RSS

Perbedaan Pandangan Laki-laki dan Perempuan

29 Feb

Saudaraku, pendiamnya laki-laki dan cerewetnya perempuan di rumah adalah
sifat alami. Itu semua terjadi di belahan manapun di muka bumi ini dan
berlangsung sejak zaman dahulu kala. Masing-masing pihak harus saling
memahami dan memberikan reaksi yang tepat pada perbedaan tabiat ini. Bagi
laki-laki, diam adalah untuk istirahat dan berkonsentrasi dalam memecahkan
masalah. Laki-laki memecahkan masalah dengan menyerap informasi lalu
mengolah informasi itu dengan diam, sedangkan perempuan memecahkan masalah
dengan menyebutkan ulang semua informasi dan melakukan tahapan-tahapan
analisa dengan mengeluarkan suara (banyak bicara). Biarkanlah laki-laki
untuk tetap diam. Jangan ajak ia untuk bicara, karena hal itu akan
mengganggu masa istirahatnya dan mengganggu konsentrasinya. Bagi
perempuan, banyak bicara adalah juga untuk istirahat (melepas emosinya).
Biarkanlah ia tetap bicara, dan jangan berprasangka buruk dan terpancing
emosi dengan ucapan dan ungkapan yang terkesan berlebihan. Jadilah
pendengar yang baik, karena dengan bicara perempuan akan stabil emosinya
dan menjadi rilek serta mampu memecahkan masalahnya.

Niat Baik Saja Tidak Cukup
(dari buku Psikologi Suami Istri oleh DR. Thariq Kamal An-Nu’aimi)

Cinta adalah sesuatu yang agung dan membangkitkan perasaan yang
menggelora. Ia adalah perasaan azali, dan seakan rasa cinta akan terus ada
sepanjang masa. Pada saat cinta sedang menggelora dengan segala
kebebasannya, kita mengira akan bebas dari segala permasalahan seperti
yang dihadapi kedua orang tua kita sebelumnya. Kita mengira akan menjalani
kehidupan penuh dengan rasa cinta dan kebahagiaan, dan kesuciannya tidak
akan bisa dikotori oleh apapun.

Haripun berganti, dan kita mulai melihat banyak laki-laki mengharapkan
perempuan mau berfikir dan bertindak seperti diri mereka. Demikian juga
perempuan, mereka menginginkan laki-laki berfikir dan bertindak seperti
dirinya. Semuanya berfikir dengan cara tersebut dan lupa pada perbedaan
yang sangat besar antara keduanya. Akibatnya permasalahan muncul ke
permukaan berulang kali terjadi sehingga menjadi sulit dipecahkan. Kita
melihat, meskipun ada rasa cinta yang bersemi yang dulu membuat mereka
berpadu dan menikah, meskipun ada niat baik yang dicurahkan kedua belah
pihak untuk menyelesaikan segala kesulitan, menghadapi permasalahan dan
memecahkannya, dan meskipun semua itu masih ada, namun kita merasakan
cinta yang agung tersebut mulai melemah, mengalami kekeringan, dan mungkin
telah sampai pada titik kemusnahan. Ketika itu kehidupan akan berbalik
dari kebahagiaan dan kegembiraan menjadi derita dan kesengsaraan. Dari
sini kita mulai mengalami kebingungan dan bertanya, Bagaimana dan mengapa
semua ini bisa terjadi ? Mengapa semuanya berbalik dan sampai pada keadaan
seperti ini ? Kemarin kita bahagia dan pertemuan kita baik-baik saja.
Sekarang kita susah dan tidak bicara satu sama lain ? Siapa yang telah
lalai ? Dari sini pasti tuduhan salah akan dilemparkan pada pihak
pasangan, karena kita selalu berkeyakinan telah mencurahkan segala upaya,
memberikan semuanya untuk membahagiakan pihak pasangan dan melanggengkan
hubungan. Namun pihak pasanganlah yang tidak menyumbangkan apapun dan
tidak juga berusaha menghargai pemberian tersebut. Ia egois dalam semua
tindakannya.

Pemahaman dan keyakinan ini seperti ini salah. Memang benar, semua pihak
sangat senang bila hubungan dan ikatan pernikahan bisa langgeng. Mereka
merasa senang jika bisa membahagiakan pasangannya serta memberikan
segalanya untuknya. Namun yang terjadi ia memberikannya dengan menggunakan
caranya sendiri. Tidak dengan cara yang dikehendaki pasangannya. Ini semua
terjadi karena ia tidak memahami perbedaan tabiat dan fitrah antara
masing-masing pasangan tersebut.

Perbedaan Pandangan Laki-laki dan Perempuan pada Dunia Luar

Ketika laki-laki dan perempuan melihat alam yang ada di sekitarnya
seakan-akan mereka memakai kacamata yang tidak sama. Memang benar demikian
adanya. Penyebabnya karena laki-laki melihat dunia luar dari pijakan yang
konsentratif (pemusatan), sementara perempuan melihat dunia dari pijakan
yang ekspansif (meluas). Meskipun dua pijakan tersebut berbeda sangat
besar, namun kedua-duanya dianggap sama-sama benar.

Cara berfikir laki-laki memiliki sifat dengan mengaitkan satu hal dengan
lainnya dalam bentuk lingkaran yang saling berkaitan, kemudian dengan cara
bertahap ia akan membuat gambaran yang jelas pada obyek yang dituju.

Sementara cara berfikir perempuan memiliki sifat ekspansif. Cara ini
adalah ungkapan dari bentuk penggambaran yang sempurna dari suatu obyek
pada tahap permulaan. Yaitu dengan cara intuisi, setelah itu ia akan
berusaha mengungkap semua bagian yang berkait dengan obyek, kemudian
mengaitkan bagian-bagian tersebut satu dengan lainnya.

Perbedaan tersebut berpengaruh banyak pada pandangan laki-laki dan
perempuan terhadap hal-hal yang menyangkut kehidupan. Seperti penilaian
terhadap obyek, menentukan sesuatu yang harus lebih didahulukan, tindakan
yang tidak disadari, pembawaan naluri, dan kebaikan-kebaikan. Hal tersebut
disebabkan karena perbedaan laki-laki dan perempuan dalam memandang dunia
luar. Pandangan perempuan yang bercirikan ekspansif dalam berfikir selalu
memandang dari sisi hubungan saling bergantian antar sesama. Karenanya ia
terlihat banyak perhatian pada sisi cinta, hubungan dengan orang lain,
berbincang-bincang panjang lebar, berorganisasi, saling menolong, intuitif
dan jiwa dalamnya tenang.

Di sisi lain, laki-laki yang memiliki ciri konsentratif (pemusatan) selalu
melihat sisi keterkaitan antara satu hal dengan lainnya, dengan cara
lingkaran yang saling berhubungan, setelah itu membentuk suatu gambaran
yang jelas. Cara ini mendorong laki-laki untuk berfikir mencapai suatu
hasil, merealisasikan tujuan, kekuatan, berlomba, bekerja, menggunakan
logika dan mencapai keuntungan.

Pembaca yang budiman, di sini kami mengajak anda untuk melihat realitas
yang menunjukkan perbedaan cara pandang laki-laki dan perempuan. Mari kta
lihat isi tas laki-laki dan perempuan. Yaitu benda atau alat yang dipakai
laki-laki maupun perempuan. Meskipun memiliki maksud dan tujuan sama namun
kita bisa memperhatikan ada perbedaan yang mencengangkan antara alat yang
dipakai untuk satu tujuan tersebut yang nampak pada perbedaan pada isi
tasnya.

Pertama-tama mari kita melihat pada sisi warnanya. Tas laki-laki biasanya
berwarna hitam atau warna yang menunjukkan kekuatan (kokoh), dua jenis
warna yang sudah terkenal. Adapun tas perempuan warnanya beraneka ragam
dan biasanya adalah warna-warna yang bersinar, cerah, mengkilat dan
memiliki banyak corak.

Kita melihat pada sisi kompleksitasnya. Tas laki-laki biasanya lebih
sederhana (tidak banyak sekat), cukup untuk membawa uang, surat-surat
penting, seperti Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan buku rekening bank. Adapun
tas yang dipakai perempuan biasanya sangat komplek. dan yang sangat
mengagetkan adalah ketika kita melihat dan mengetahui yang tersembunyi di
dalamnya. Isi tas perempuan sangat lengkap, kita lihat di dalamnya berisi
semua benda/alat yang terlintas dalam pikiran perempuan. Tas perempuan
mirip dengan gudang yang berisi berbagai peralatan, baik peralatan berat,
sedang maupun ringan. Di dalamnya terdapat uang receh, kertas maupun
logam, kotak kecil berisi berbagai macam obat, (obat sakit kepala, perban,
kapas dan sebagainya), botol susu anak, surat-surat, karcis-karcis dan
resi baru maupun lama, sebagian ada yang sudah tidak berlaku atau tidak
diperlukan lagi, yang penting maupun tidak. Selain itu ada satu kotak atau
lebih berisi peralatan make up, satu sisir atau lebih, satu kaca cermin
atau kadang lebih, pasta dan sikat gigi, kaos kaki cadangan, resep dokter
untuk semua anggota keluarga, kalkulator, daftar nomor telepon dan janji,
kaca mata hitam maupun kaca mata kesehatan, peralatan perempuan lainnya,
bolpoin, pensil dan stabilo. Kadang terdapat pula kamera kecil dan
beberapa film, album foto yang berisi foto keluarga maupun sahabat,
terkadang ada sedikit teh dan gula, surat-surat dan perangko, peniti
dengan berbagai macam bentuk dan ukuran, kadang ada satu kotak atau lebih
korek api, permen karet, dan macam-macam lain yang perlu waktu panjang
untuk mengetahui semuanya.

Singkatnya, tas perempuan berisi semua yang terlintas dalam pikiran, ia
seperti gudang yang dapat dipindah, berisi segala macam peralatan. Dalam
pandangan perempuan, tas merupakan wadah tertutup yang memegang amanah,
teman yang dapat dipercaya, dan bagian penting dari keberadaannya. Ia
adalah alat yang menjadi rujukan ketika terjadi hal-hal mendadak yang
terjadi pada perempuan. Dari sini dapat dikatakan, bahwa kita dapat
mengetahui sejauh mana keluasan cara berfikir perempuan melalui ukuran dan
isi tas yang biasa dibawa.

Mari kita melihat pada hal lain. Yaitu ketika seorang laki-laki atau
perempuan masuk ke suatu ruangan yang besar dan berisi banyak kursi,
seperti tempat pertemuan. Ketika laki-laki masuk ke ruangan tersebut,
terlihat bahwa hal pertama yang dilakukan adalah mencari tempat duduk yang
sesuai. Setelah mendapat tempat duduk iapun segera duduk ditempat tersebut
dan mulai menggerakkan matanya untuk memandang semua yang ada disekitarnya
sebagai usaha mengenali keadaan secara umum. Ia melihat pada susunan
kursi, panggung(mimbar) hadirin, sisi panggung, atap, dan lain sebagainya
sampai ia dapat menyusun dalam hayalannya gambaran yang jelas dari setiap
bangunan dan para hadirinnya.

Adapun perempuan, ketika masuk ruangan tersebut, tindakannya akan berbeda
dengan laki-laki. Pertama yang dilakukan perempuan adalah memandang
(kadang dengan cepat) secara menyeluruh. Dengan pandangan tersebut
perempuan berusaha mengetahui dan mengenal semua yang ada disekitarnya,
pandangan yang menjelma menjadi gambaran yang jelas tentang tempat,
orang-orang dan semua yang ada di dalamnya. Setelah itu ia berusaha
mengenali bangunan, bentuknya, susunannya, warnanya, dekorasinya,
orang-orang yang ada di sana, dan setelah selesai ia baru mulai mencari
tempat duduk yang sesuai.

Perbedaan ini akan lebih jelas lagi ketika berada di tempat pameran,
seperti pameran buku. Laki-laki terlihat akan bergerak dari satu stand ke
stand lainnya dalam keadaan konsentrasi penuh pada buku-buku yang
dipajang. Tujuan utamanya adalah mencari buku yang bisa memberikan nilai
guna pada dirinya. Laki-laki bergerak lambat, dimana setelah selesai dari
satu stand baru berpindah ke stand satunya, demikian seterusnya. Adapun
perempuan, terlihat ia masuk ke ruang pameran dan seakan-akan ia berhenti
berjalan, ia masuk ruangan dan matanya mulai memandang pada stand-stand
yang ada. Ia melihat stand-stand itu dari tempat yang tidak berubah,
setelah itu ia mulai bergerak. Ia bergerak ke stand tersebut dengan
keserasian yang khusus yang berbeda dengan gerak laki-laki yang lambat. Ia
bergerak dengan senang hati dan berusaha menikmati semua yang ada. Setelah
itu ia mulai melihat buku-buku yang dipajang.

Menghadiri pameran buku menurut laki-laki adalah mencari buku yang bisa
memberikan manfaat baginya. Adapun perempuan pertama-tama memandangnya
sebagai kesenangan atau rekreasi. Setelah itu baru mencari buku yang bisa
memberikan manfaat baginya.

Hal lainnya adalah masalah berbelanja di pasar. Apakah ada laki-laki yang
senang menemani perempuan berbelanja di pasar ? Jawabnya tentu tidak ada.
Benar, tidak ada yang senang. Fenomena ini sangat lumrah, dapat ditemukan
di seluruh penjuru dunia. Meskipun tujuan dari berbelanja di pasar adalah
satu, namun antara laki-laki dan perempuan berbeda dalam hal caranya.

Bila seorang laki-laki sedang konsentrasi terlihat ia lebih banyak aktif
dan menyelesaikan hal yang penting dengan cepat melebihi biasanya.
Sedangkan bagi perempuan permasalahannya berbalikan. Perempuan ketika itu
terlihat merasa sangat lelah dan gelisah, lebih-lebih ketika di tempat
yang luas dan banyak orang. Perempuan tidak bisa bertindak seperti
laki-laki, masuk ke pasar, mencari yang dibutuhkan dan keluar dengan
cepat. Tindakan ini merupakan tabiat dan hanya bisa dilakukan khusus oleh
laki-laki. Apabila perempuan mengikuti tindakan tersebut ia akan merasa
lelah, batinnya tidak tenang. ia tidak bisa terus menerus melakukan
tindakan tersebut.

Yang menjadi masalah ketika laki-laki keluar bersama perempuan untuk
berbelanja di pasar adalah pada tabiat perempuan yang ekspansif tersebut.
Sebab dengan tabiatnya ini mula-mula perempuan selalu ingin melihat semua
yang ada disekitarnya. Melihat pada semua yang dipajang, sampai pada
hal-hal yang tidak masuk dalam daftar kebutuhannya atau rencana belanja
yang telah disiapkan sebelumnya. Perempuan harus melihat benda-benda yang
dipajang, dan ini merupakan tabiat yang tidak dapat dihapus.

Dalam banyak kesempatan sikap yang dapat mengganggu dan menaikkan tekanan
darah laki-laki ini sering kali terjadi. Laki-laki berjalan dengan
perempuan di pasar dalam keadaan marah dan sebal. Sebab ia ingin agar
belanjanya cepat selesai. Meski keadaan laki-laki telah demikian jelas,
tetapi perempuan tetap saja melihat-lihat sesuatu yang sebenarnya tidak
dibutuhkan. Selain itu perempuan jika berhenti dan berfikir, ketika
memandang keindahan barang tersebut, lalu mengajak bicara suaminya tentang
keindahan barang tersebut. Yang dikatakan laki-laki dalam hatinya ketika
itu, Kita sudah tahu bahwa ini tidak masuk dalam rencana kita, dan kita
tidak membutuhkannya. Aku tidak tahu mengapa kamu membicarakan barang itu
dan kenapa menghabiskan waktu untuk hal ini.” Tentu pembaca yang budiman
bisa mengetahui suasana jiwa laki-laki ketika itu. Seakan keadaan jiwanya
adalah bom waktu yang siap meledak dengan hanya menyentuh saja.

Dari sini kami katakan kepada laki-laki, “Anda harus sabar, anda harus
mengetahui bahwa tindakan perempuan ini adalah alamiah sesuai tabiat
perempuan dan jalan pikirannya. Jangan menggambarkan bahwa perempuan
tersebut sengaja membuat masalah atau membuat tekanan darah anda naik.
Atau ia
sengaja bersikap masa bodoh. Sungguh, ia bertindak sesuai tabiatnya.
Itulah tabiat perempuan yang tidak mungkin dirubah atau diingkari.”

Hasil eksperimen dan penelitian ilmiah menunjukkan bahwa laki-laki tidak
mampu berjalan bersama perempuan dengan keadaan ekspansifnya itu lebih
dari setengah jam. Setengah jam dengan ekspansif dan tidak ada konsentrasi
adalah batas akhir yang bisa dilakukan oleh laki-laki. Setelah itu ia
mulai merasa gelisah.

Pernahkan anda mengamati, betapa terganggunya laki-laki ketika sedang
menyetir mobil dengan mengerahkan segala perhatiannya pada jalan dan
mobil-mobil lain, kemudian pada waktu itu perempuan mengajaknya bicara ?

Perempuan akan merasa jengkel dan gelisah pada tindakan laki-laki
tersebut. Apa yang membuat dia bersikap bodoh seperti itu ? Tabiat
laki-laki yang konsentrasi itulah yang memalingkan dia melakukan semua
yang kami sebutkan di atas., juga membuat dia tidak bisa berinteraksi
dengan beberapa obyek dalam waktu yang bersamaan.

Kami juga ingin mengatakan pada laki-laki ketika melihat tindakan
perempuan yang mencintainya. Laki-laki harus mengetahui bahwa sebenarnya
perempuan itu tidak ingin menyusahkan kehidupan laki-laki. Juga tidak
sengaja menyakiti perasaannya. Ia bertindak berdasarkan tindakan
keperempuanannya yang ekspansif.

Para perempuan yang mulia ! Dari uraian ini tidak diragukan lagi, sekarang
anda telah mengetahui sebab-sebab tindakan laki-laki. Terutama tindakan
yang tidak menyenangkan anda. Anda jangan melihat permasalahan menurut
diri anda sendiri dan jangan memahaminya secara salah, jangan berburuk
sangka pada laki-laki dan menganggap cintanya pada anda telah luntur.
Tindakan tersebut didorong tabiat kelelakiannya dan bukan karena
perasaannya kepada anda.

semoga bermanfaat.

About these ads
 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Februari 2008 in artikel pilihan

 

6 responses to “Perbedaan Pandangan Laki-laki dan Perempuan

  1. gilang

    20 Juni 2009 at 2:40 pm

    mantep

     
  2. putrieee

    20 Juni 2009 at 2:52 pm

    saya mengerti antara perbedaan wanita dn laki-laki.sebenarnya sangat suli ya untuk di perhatikan lebih lanjut.

    saya menyukai memebaca informasi seperti ini,membuat saya merasa tahu.mudah mudahan saya bisa menjadi psikologi kepribadian

     
  3. putrieee

    20 Juni 2009 at 2:54 pm

    tolong di terbitkan buku tentng perbedaan ini.
    di toko buku lainya.pasti banyak yang berminat untuk membelinya

     
  4. leha

    10 Juli 2009 at 10:23 am

    Saya seneng sekali baca tulisan anda, karna menambah wawasan saya tentang perbedaan dan laki-laki.Terima kasih

     
  5. leha

    10 Juli 2009 at 10:24 am

    maksud saya perbedaan antar laki-laki dan perempuan

     
  6. Siswy

    6 Desember 2009 at 10:19 pm

    Seru, banggeeet, qu mau ada bhsn yang lainnya mslh prbedaan laki2 dan pr dalam tingkat kesadaran dalam penerapan ajaran agama islam terutama dlm hal taat beribadah, disiplin, perilaku akhlak dll. Trims bnyk.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: