RSS

Pidato Rasulullah SAW di Akhir Bulan Sya’ban

23 Agu

Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan mulia penuh berkah yang menjadi penghulu segala bulan (“Sayyidus Syuhur”), bulan yang didalamnya terdapat “lailatul Qadar” yang nilai kebaikannya lebih dari seribu bulan, bulan diturunkannya Al Qur’an, dan bulan yang Allah SWT mewajibkan shaum di siang hari dan menyunahkan shalat tarawih di malam harinya. Sudah menjadi tradisi kaum muslimin di berbagai belahan dunia Islam adalah menyambut hadirnya bulan ini dengan penuh meriah.

Pidato Rasulullah SAW Di Akhir Bulan Sya’ban

Salah satu cara Rasulullah menyambut kedatangan bulan ramadhan adalah menyampaikan pidato sambutan di akhir bulan sya’ban. Ibnu Khuzaimah meriwayatkan suatu hadist dari sahabat Salman al-Farisi r.a. yang mengatakan: Rasulullah SAW berkhutbah di hadapan kami di akhir bulan sya’ban.

Beliau bersabda:“Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkatan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang Allah telah menjadikan puasanya sebagai suatu kewajiban dan “qiyam” di malam sebagai suatu tathawwu’ (sunnah). Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan (sunnah), maka statusnya bagaikan mengerjakan perbuatan wajib di bulan lain. Ramadhan itu bulan sabar, dan sabar itu pahalanya adalah surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan dan bulan Allah menambah rezeki orang mukmin. Siapa saja yang memberi makan makanan untuk berbuka pada bulan itu kepada orang berpuasa, maka amalannya itu menjadi pengampunan dosanya, kemerdekaan dari neraka, serta ia mendapatkan pahala sebesar pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala yang bersangkutan.”

Para Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah tidaklah semua dari kami memiliki makanan, berbuka bagi orang yang berpuasa?” Rasulullah SAW, bersabda: “ Allah memberikan pahala ini kepada siapa saja yang memberikan sebutir korma, atau seteguk air, atau sehirup susu. Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya merdeka dari neraka. Barangsiapa yang meringankan orang yang dikuasainya (hamba sahaya), niscaya Allah akan mengampuni dosanya dan membebaskannya dari neraka. Karena itu perbanyaklah empat perkara di bulan Ramadhan: dua perkara yang menyenangkan Tuhanmu dan dua perkara yang sangat kalian butuhkan. dua perkara yang bisa menyenangkan Allah adalah Syahadat bahwasannya tiada Tuhan yang menciptakan, memelihara dan wajib disembah melainkan Allah, serta istighfar kepada-Nya. Adapun dua perkara yang sangat kalian butuhkan adalah memohon surga-Nya dan perlindungan dari neraka-Nya. Siapa saja yang memberi minum kepadanya dari air kolamku dengan suatu minuman yang dia tak lagi haus hingga masuk surga”.

Itulah pidato Rasulullah SAW yang singkat namun padat dengan tuntunan aktivitas yang perlu dilakukan pada bulan Ramadhan.

About these ads
 
11 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Agustus 2008 in artikel pilihan

 

Tag: , ,

11 responses to “Pidato Rasulullah SAW di Akhir Bulan Sya’ban

  1. Rma

    23 Agustus 2008 at 1:44 pm

    MARHABAN YAA ROMADHON
    MARHABAN YAA SYAHRUL QUR’AN

    aYO…..! Semangat…! sambut Ramadhan

    Qita isi dengan berbagai amal sholih (pahalanya dilipatgandakan lho)

    dengan artikel diatas memotivasi qita untuk mengisi Ramadhan tahun ini dengan memperbaiki ibadah…

    Ya… Allah
    Berkahilah kami di bulan sya’ban dan sampaikan kami ke bulan Romadhon.

     
  2. Rindu

    24 Agustus 2008 at 8:32 am

    Maafkan jika ada yang salah dari saya yah kang … saya manusia biasa. Ah ramadhan kali ini istimewa untuk saya karean ini tahun pertama saya mengenakan jilbab.

    Semoga mendapat lailatul qadar juga … amin ya ALLAH.

     
  3. nAsruni

    24 Agustus 2008 at 6:27 pm

    # Rma
    Subhanallah semangatnya luar biasa…
    Mari fastabiqul khairaat…
    Maafkan atas segala kesalahan saya yah,
    smoga Allah memberkahi kita semua…

    # Rindu
    Sama2, maafkan saya juga ya mba,
    smoga tetap istiqomah dg jilbabnya..
    amiin…

     
  4. wi3nd

    25 Agustus 2008 at 7:19 am

    rindu kami padamu ya Rossul..
    marhaban ya ramadhan..
    ya rabbi sampaikanlah kami di bulan penuh barakahMu ini..
    mohon maaf jika ada komentar yang tak berkenan ya?
    mari sambut ramadhan, sucikan hati, bersihkan jiwa a9ar puasa kita berkah..:)

    “selamat berpuasa”

    Sama-sama wi3nd, maapin aye juge yeh… :-)

     
  5. achoey sang khilaf

    25 Agustus 2008 at 10:05 am

    Subhanallah :)

    Walhamdulillah wa Laillahaillallahu wallahuakbar :)
    maaf lahir bathin kang..

     
  6. layanglayang

    25 Agustus 2008 at 6:50 pm

    Ya.. Rabb.. Ramadhan-Mu kian dekat, dan rindu ini semakin memuncak. sampaikanlah kami di bulan BarakahMu. Aminn…
    mohon maaf bila jari salah ketik n bila hati tergelitik (loch..?!?)

    pokoknya..
    mohon maaf lahir batin
    y pak..!! :-D

    sama-sama bu, maapin aye juge ye.. :-D

     
  7. sufimuda

    5 September 2008 at 8:43 am

    Mari kita memperdalam cinta kepada Rasul sebagai bagian cinta kepada Allah

    nAs:
    insya Allah..

     
  8. syafiq.97

    25 Februari 2010 at 9:25 pm

    mau maulid,klo pidatonya seperti diatas.bagus ga y?

     
  9. Zahzia Ifham Bustom

    26 Juli 2011 at 10:47 am

    tolong krmi saya teks pidato menyambut bulan romadlon

     
  10. Sri Ningsih

    27 Juli 2011 at 5:15 pm

    mw nyambut blan suci ramadhan ne aq dsruh pidato,, teks pa ya yg bagus nyaa?? bantuin donkkk……..

     
    • nAs

      27 Juli 2011 at 8:52 pm

      http://www.gudangmateri.com/2010/07/pidato-menyambut-bulan-ramadhan.html

      Assalamu’alaikum Wr. Wb.

      Bapak-bapak, ibu-ibu dan kaum muslimat yang dimuliakan oleh Allah.

      Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan nikmatnya kita semua masih dipertemukan oleh-Nya di bulan suci, bulan yang penuh berkah dan penuh ampunan, yaitu bulan suci Ramadhan.

      Selanjutnya sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw karena dari beliaulah kita semua mengetahui akan ajaran-ajaran Islam dengan sebenarnya sehingga kita bisa membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.

      Hadirin sekalian yang berbahagia.

      Sebentar lagi kita akan bertemu dengan bulan suci Ramadhan, dimana seluruh umat Islam dimana saja berada diwajibkan untuk mengerjakan ibadah puasa.

      Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, bulan yang suci yang penuh dengan rahmat dan ampunan Allah SWT. Untuk itu marilah kita sambut bulan Ramadhan ini dengan hati yang ikhlas, dan rasa gembira yang sangat dalam, karena bulan Ramadhan adalah bulan panen amal kebajikan untuk bekal hidup di akhirat kelak.
      Dalam sebuah hadits Rasulullah saw telah menyatakan, bahwa dunia itu adalah tempat menahan sebagai lading bagi akhirat. Sabda Rasulullah saw ini menunjukan atau menggambarkan bahwa lading yang subur untuk menanam amal kebajikan ialah di bulan Ramadhan.

      Para sahabat Nabi Muhammad sangat bergembira apabila menyambut datangnya bulan Ramadhan , senang dalam arti yang sesungguhnya, adalah rasa syukur, dan kesedihan yang mendalah jika bulan Ramadhan telah berlalu, lebih sedih hatinya bila mereka ditinggalkan kedua orang tuanya.demikianlah sesungguhnya umat Islam yang hatinya penuh dengan keimanan dan ketaatan memenuhi panggilan Illahi. Dan hendaknya demikian sikap kita sebagai umat Nabi Muhammad saw di dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan.
      Hadirin sekalian yang berbahagia.

      Dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan ada beberapa hal utama yang harus dipersiapkan agar benar-benar Ramadhan itu semarak dan berkesan di hati. Diantarnya hal-hal yang harus dipersiapkan ialah :

      1. Merenungi diri. Maksudnya kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan baik dengan sengaja atau tidak, kini hendaknya ditutupi dan disusul dengan perbuatan-perbuatan yang baik, dengan memperbanyak istighfar, agar diri kita terlepas dari dosa.
      2. Berbuat baik atau memperbaiki hubungan dengan kedua orang tuanya. Mungkin selama hubungan kita dengan kedua orang tua ada hal-hal yang mengecewakan atau menyakitkan hati, maka dengan datangnya bulan Ramadhan kita mohon keihklasannya untuk mengampuninya.
      3. Mengadakan hubungan silaturahmi dengan sanak saudara, teman-teman, terlebih hubungan dengan sesama muslim.

      Selain semua itu sangatlah penting untuk membersihkan yang bersifat lahiriyah dan jasmaniyah misalnya membersihkan pekarangan, lingkungan rumah, membersihkan mesjid dan musholla dalam rangka mencari ridlo Allah SWT.

      Marilah kita sambut kedatangan bulan Ramadhan ini dengan ikhlas hati. Karena puasa Ramadhan itu adalah merupakan panggilan Illahi yang ditujukan kepada orang-orang yang beriman.

      Demikian pidato saya dalam rangka menyambut kedatangan bulan Ramadhan, ada kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

      Akhirul kalam, uushikum wanafsii wa-iyyaaya bitaqwallohi, wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokaatuhu.

       

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: