Hidayah yang Hadir ke Rumah Seorang Polwan AS
Cukup lama saya tidak update blog ini, kejenuhan datang melanda. Hal yang manusiawi, kata wi3nd, tentu saja, tapi saya tetap harus minta maaf kepada kalian semua. Istirahat untuk kembali menyusun kekuatan, kata layang-layang, semoga demikian, terimakasih atas dukungan semuanya. Alhamdulillah walaupun ditinggalkan, tetap banyak yang berkunjung ke blog ini. peringkat di Blog Indonesia pun masih cukup bagus. Di sela-sela waktu beraktivitas ini saya ingin men-share sebuah kisah seorang Polisi Wanita di Amerika Serikat yang memdapatkan hidayah, Alhamdulillah. Semoga mampu menambah semangat keislaman kita. Serta membuktikan dakwah itu dapat dilakukan kapan dan dimana saja, tidak memandang tempat, insya Allah. Kisah ini saya copy dari situs eramuslim, semoga bermanfaat. judul asli: Polwan AS: Allah Telah Mengirim Islam ke Rumah Saya.
Linda (Widad) Delgado, terlahir sebagai seorang Kristiani dan sejak usia 9 tahun sudah rajin membaca Alkitab. Namun itu tidak menjadikannya percaya begitu saja pada agama Kristen yang dianutnya, oleh sebab itu sampai usia 52 tahun, Linda terus terus melakukan pencarian untuk menemukan kebenaran sejati tentang Tuhan.
Selama puluhan tahun, Linda yang tidak pernah menjadi anggota jamaah salah satu gereja, mempelajari ajaran agama Katolik, Protestan, Mormon, Yehovah sampai agama Yahudi. Namun Linda masih belum bisa menerima ajaran-ajaran agama tersebut.
“Hati saya berkata bahwa Yesus bukan Tuhan tapi hanya seorang nabi. Hati kecil saya berkata, Adam dan Hawa bertanggung jawab atas dosa-dosa mereka sendiri, dan bukan saya. Hati kecil saya berkata, saya selayaknya berdoa pada Tuhan dan bukan pada yang lain. Akal saya mengatakan juga bahwa saya harus bertanggung jawab atas perbuatan baik dan perbuatan buruk yang saya lakukan,” tutur Linda.
Linda yang bekerja sebagai polisi di Arizona, AS mengaku selama itu pula ia tidak pernah berkomunikasi dengan Muslim. Ia, seperti kebanyakan orang Barat, terlalu banyak membaca pemberitaan di media massa tentang agama Islam, yang disebut-sebut sebagai agama yang dianut para teroris fanatik.
“Itulah sebabnya, saya tidak pernah mencoba mencari buku-buku atau informasi tentang Islam. Saya tidak tahu apapun tentang agama ini,” kata Linda.
Awal Perjalanan
Pada usia 52 tahun, Linda dan suaminya yang juga polisi, pensiun dari dinas kepolisian tepatnya pada tahun 2000. Saat itulah ia bertemu seorang penerbang yang minta tolong mencarikan rumah bagi sejumlah polisi asal Arab Saudi yang sedang berada di AS dalam rangka belajar bahasa Inggris dan tugas belajar di akademi kepolisian di Arizona. Para polisi Arab Saudi itu berharap bisa tinggal dengan keluarga Amerika agar mereka bisa mempraktekkan bahasa Inggris dan belajar tentang budaya masyarakat Amerika.
Saat itu, Linda dan suaminya tinggal tidak jauh dengan puteranya yang menjadi orang tua tunggal untuk seorang puterinya. Setelah berdiskusi dengan suaminya, Linda menyatakan bersedia membantu para polisi Arab Saudi itu. Saat itu ia berpikir, ini akan menjadi kesempatan untuk cucu perempuannya belajar tentang orang-orang dari negara lain. Tapi Linda mengaku agak khawatir saat diberitahu bahwa polisi-polisi Saudi itu beragama Islam.
Kemudian seorang penerjemah dari Universitas Arizona mengenalkan anak muda dan tidak bisa berbahasa Inggris. Namanya Abdul. Dialah polisi Saudi yang akan tinggal bersama keluarga Linda. Keluarga Linda cepat akrab dan menyukai Abdul karena perilaku Abdul yang santun.
“Abdul mengatakan, bahwa saya adalah non-Muslim pertama yang pernah diajarkannya tentang Islam,” ujar Linda.
Setelah Abdul, kemudian datang Fahd. Usia Fahd lebih muda dan sangat pemalu. Selain menjadi tutor, Linda, Abdul dan Fahd berdiskusi tentang banyak hal, mulai dari pekerjaan sebagai polisi, tentang AS, tentang Arab Saudi dan tentang Islam. Linda mengamati bagaimana Abdul dan Fahd serta 16 anggota polisi Saudi lainnya yang sedang belajar di AS itu saling membantu satu sama lain. Dan Linda mengaku kagum pada Fahd dan Abdul yang sama sekali tidak terpengaruh dengan budaya Amerika meski mereka sudah satu tahun tinggal di AS.
“Mereka pergi ke masjid setiap hari Jumat, mereka tetap salat meski mereka sangat lelah dan mereka selalu hati-hati dengan apa yang mereka makan. Mereka menunjukkan pada saya bagaimana memasak beberapa masakan tradisional Arab Saudi, mengajak saya ke restoran dan pasar warga Arab. Mereka juga sangat baik pada cucu saya, memberikannya banyak hadiah, lelucon dan persahatan,” ungkap Linda.
Suatu hari, Linda menanyakan pada mereka apakah punya al-Quran lebih, karena Linda ingin membaca apa sebenarnya isi al-Quran. Fahd dan Abdul lalu menghubungi kedutaan besar Saudi di Washington DC dan minta dikirimkan al-Quran dengan terjemahan bahasa Inggris agar bisa dibaca Linda. Setelah itu, Linda sering bertanya tentang Islam pada dua polisi muda Saudi itu.
Dalam satu kesempatan, salah seorang polisi Saudi meminta istrinya datang dan tinggal di AS. Linda diundang ke rumah mereka dan disana Linda banyak bertanya pada istri polisi tadi tentang busana muslim, wudhu dan banyak hal tentang Islam.
Seminggu sebelum “anak-anak angkat” Linda kembali ke Arab Saudi, ia mengadakan makan malam bersama seluruh keluarga. Linda sengaja membeli jilbab dan baju abaya untuk dikenakan saat malam itu. Linda ingin “anak-anak angkat”nya mengingatnya sebagai saudara perempuan yang mengenakan busana muslimah yang baik.
Sebelum mereka makan malam itu, Linda memutuskan untuk mengucapkan syahadat. Kedua polisi muda itu sangat terharu. Mereka menangis sekaligus tersenyum bahagia melihat Linda menjadi seorang Muslimah.
“Dalam hati saya percaya bahwa Allah telah mengirim kedua anak itu pada saya untuk menjawab doa-doa saya selama puluhan tahun. Saya percaya Dia telah memilih saya untuk melihat kebenaran dan cahaya Islam. Saya percaya Allah telah mengirimkan Islam ke rumah saya. Saya bersyukur Allah telah melimpahkan kasih sayang dan cintaNya pada saya,” tutur Linda tentang keislamannya.
Menjadi Seorang Muslimah
Setelah “anak-anak angkat”nya kembali ke Saudi, Linda secara resmi mendaftarkan dirinya sebagai seorang Muslim dan bergabung dengan sebuah masjid lokal. Linda mengakui, keluarga besarnya masih terkaget-kaget dengan keputusannya memeluk Islam. Mereka berpikir Linda tidak akan lama menjadi seorang Muslim dan dengan cepat akan segera berpindah ke agama lain seperti yang ia lakukan saat masa mudanya dulu.
Beruntung suami Linda orang yang sangat terbuka. Ketika Linda mengatakan bahwa mulai sekarang mereka harus makan makanan halal dan meninggalkan makanan yang diharamkan Islam, suaminya hanya menjawab “okay”. Linda juga mulai menyingkirkan foto-foto manusia dan gambar binatang yang dipajang di rumahnya. Linda tidak lupa menulis surat pada teman-teman dan keluarganya yang non-Muslim, mengabarkan bahwa sekarang ia menjadi seorang Muslim dan itu tidak akan mengubah hubungan mereka.
Sambil terus menjelaskan tentang rukun Islam pada keluarganya, Linda juga belajar salat dan membaca al-Quran, aktif dalam kegiatan Muslimah dan banyak menambah wawasan tentang Islam lewat internet. Lewat internet pula Linda bertemu dengan seorang Muslimah asal Kuwait yang mengiriminya paket berisi jilbab, kaos kaki dan abaya. Sahabatnya itu mengucapkan selamat atas keputusannya menjadi seorang Muslim.
Linda bukannya tidak menghadapi kesulitan beradaptasi dengan sesama Muslimah yang ia jumpai. Dari beberapa masjid yang ia kunjungi, Linda memahami bahwa kelompok-kelompok Muslim di sebuah masjid berkumpul biasanya karena persamaan budaya dan bahasa. Linda pernah merasa menjadi “orang asing” di tengah Muslim yang tidak terlalu mempedulikan kehadirannya. Namun Linda lebih banyak menemukan Muslim yang terbuka, hangat dan siap membantunya untuk belajar Islam.
Sampai sekarang, Linda masih terus belajar dan belajar. Ia kini mengelola situsnya www.widad-lld.com dan menjadi direktur untuk Islamic Writers Alliance. (ln/iol)











harus bilan9 apah?
subhanalooh ato alhamdulilah..??
Alhamdulilah hidayah ituh datan9 pada LINDA& fams…
semo9a tetap istiqomah…
duch..jadi malu ju9a neeh coz daku sendiri masih belajaR banYaK tentan9 iSLam ju9a..:)
ten9kyu FOR sHare nAs……
Alhamdulillah…. Karena telah mendapat hidayah-NYA
lama gak kesini
promo ini aja
http://cantigi.wordpress.com/2008/12/09/ibsn-ibsn-blog-award/
dan
http://hmcahyo.wordpress.com/2008/12/11/ibsn%e2%80%99s-first-e-book-beta-version-mohon-masukan/
Oh..kisah itu ternyata memangf kisah nyata mrs. LInda Delgado, ya..?
Beliau juga menerbitkan buku, lho, mas nAs..
sebuah serial…kisah untuk anak2…
Putri punya 2 dari 4 serial yang diterbitkannya…
Sebuah novel yang menarik….sangat cocok dibaca oleh masyarakat non muslim…
mas nAs sudah baca belum, ?
Kisah yang bagus dan senantiasa kita bisa intropeksi sebagai muslim yang telah muslim sejak lahir agar lebih giat dalam memperdalam ilmu agama
Alhamdulillah,ternyata gak smua org amerika hate moslem,so we don’t have to hate them too,right?
Subhanallah..
terharu saya membaca cerita di atas..
btw Suaminya Linda apakah muslim juga? Mudah2an iya…
SElamat malam
salam kenal dari orang katrok
wong ndeso sing pengin ke kuto
-hidayah datangnya dari ALlah….
kang arif
ASSALAMU’LAIKUM wR.wB.
Subhanallah..alhamdulillah.. ALLAHU AKBAR!!!
semoga Allah SWT meneguhkan keimanan linda dan kita semua umat Islam,
semoga semakin banyak manusia yang senantiasa menggapai hidayah Allah swt
Subhanallah.. ^_^
Bergetar saya sampai menangis membaca kisah ini.
Alhamdulillah.. Allah juga memilih kita memperoleh cahaya itu..
Allahu Akbar!!!
inspiratif..
subhanallah..
hidayah itu emang ga didapat dengan mudah ya pak..!! dan jalan yang ditunjukin pun.. beda2 setiap orangnya
maaf.. belum sempet BW, jadi baru kasih komen.
Subhanallah…
Hidayah itu datang juga…
Gooo Muslim..
akhirnya akan datang juga hidayah pada orang-orang yang dikendaki-Nya.
nAs:
Gooooo!!!! (kayak valentino Rossi aja)
iya, Insya Allah..
Halo…
mas nAs kemana, nih ?
Sibuk-kah ?
Subhanallah….Allahuakbar…..Hidayah Allah tlah sampai padanya linda red
sampai berdiri bulu roma ky bacana….mdh2an Hidayahug ada ama kt yg tlah diberi duluan tidak dicabut olehNYA….Amien…..ayo berusaha…semangat….
yuu.. ikutan IBSN Blog Award di cantigi.. ^_^
alhamdulillah…
akhirnya dapat hidayah juga…
maaf pak baru bisa mampir, di blog ini seringkali langkah saya terhenti, untuk sejenak melihat begitu banyak hikmah kehidupan yang bisa mengisi energi agar terus bersemangat ya…
jzkl
Alhamdulillah..
subhanallah..
Allhamdulillah, amerika memang perlu banyak Hidayah agar terbuka mata dan pikiranya. Semoga …Amin !
Subhanallah…
Allah memberikan hidayah pada orang yang DIA kehendaki…
Isalam adalah Yang benar….
Sekarang pindah di
http://catatanmuslim.web.id
Terima kasih
Selalu ada cahaya ditengah kegelapan ya kang … saya percaya itu.
alhamdulillah.. Semakin banyak ummat ini… semoga aja linda & keluarga istiqomah dan dikemudian hari kita bersama-sama mengawal kebangkitan islam yang hanya menunggu waktu saja (karena janji Allah sudah pasti)
asw…
jaziran tas artikelnya mas…
walaupun dah sering baca mengenai hal yg sama tapi tetep saja bikin hati geer kalo baca pengalaman yg serupa…
muga hanya ada Allah dihati kita…
aamin.
subhanallah….saya selalu terharu dan berkaca-kaca bila membaca kisah seperti ini….
Semoga Allah memantapkan keimanan saya dan kita semua
subhanallah .. ^_^