RSS

Karunia Kegagalan (M. Anis Matta Lc.)

03 Agu

KARUNIA KEGAGALAN

Kehidupan ini, sebenarnya lebih mirip pelangi ketimbang sebuah foto hitam putih. Setiap manusia akan merasakan begitu banyak warna kehidupan. la mungkin mencintai sebagian warna tersebut. Tapi yang pasti ia tidak akan mencintai semua warna itu.

Demikian pula dengan perasaan kita. Semua warna kehidupan yang kita alami, akan klta respon dengan berbagai jenis perasaan yang berbeda-beda. Maka ada duka di depan suka, ada cinta di depan benci, ada harapan di depan cemas, ada gembra di depan sedih. Kita merasakan semua warna perasaan itu, sebagai respon kita terhadap berbagai peristiwa kehidupan yang kita hadapi.

Seseorang menjadi pahlawan, sebenarnya disebabkan sebagiannya oleh kemampuannya mensiasati perasaan-perasaannya sedemikian rupa, sehingga ia tetap berada dalam kondisi kejiwaan yang mendukung proses produktivitasnya.

Misalnya ketika kita menghadapi kegagalan. Banyak orang yang lebih suka mengutuk kegagalan, dan menganggapnya sebagai musibah dan cobaan hidup. Kita mungkin tidak akan melakukan itu seandainya di dalam diri kita ada kebiasaan untuk memandang berbagai peristiwa kehidupan secara objektif, ada tradisi jiwa besar, ada kelapangan dada serta pemahaman akan takdir yang mendalam.

Kegagalan, dalam berbagai aspek kehidupan, terkadang diperlukan untuk mencapai sebuah sukses. Bahkan dalam banyak cerita kehidupan yang pernah klta dengar atau baca dari orang-orang sukses, kegagalan menjadi semacam faktor pembeda dengan sukses, yang diturunkan guna menguatkan dorongan untuk sukses dalam diri seseorang. Di sela-sela itu semua, kita juga membaca sebuah cerita, tentang bagaimana kegagalan telah mengalihkan perhatian seseorang kepada kompetensi inti, atau pusat keunggulan, yang semula tidak ia ketahui sama sekali.

ltulah misalnya yang dialami oleh Ibnu Khaldun. Kita semua mengenal nama ini sebagai seorang sejarawan dan filosof sejarah. la telah menulis sebuah buku sejarah bangsa-bangsa dunia dengan sangat cemerlang. Tapi yang jauh lebih cemerlang dari buku sejarah itu adalah tulisan pengantarnya yang memuat kaidah-kaidah pergerakan sejarah, hukum-hukum kejatuhan dan kebangunan bangsa-bangsa. Tulisan pengantar itulah yang kemudian dikenal sebagai Muqoddimah Ibnu Khaldun. Di negeri kita “muqoddimah” buku sejarah ini bahkan sudah diterjemahkan, sementara buku sejarahnya sendiri belum dlterjemahkan.

Buku Muqoddimah itulah yang mengantarkan Ibnu Khaldun untuk men–duduki posisi sebagal filosof sejarah yang abadi dalam sejarah. Tapi mungkin jarang diantara kita yang tahu kalau sesungguhnya buku itu merupakan hasil perenungan selama kurang lebih empat bulan, atas kegagalannya sebagal praktisi politik.

Takdirnya adalah menjadi filosof sejarah. Bukan sebagal politisi ulung. Tapi mungkinkah ia menemukan takdir itu seandainya ia tidak melewati deretan kegagalan yang membuatnya bosan dengan politik, dan membawanya kedalam perenungan-perenungan panjang diluar pentas politik, tapi justru yang kemudian melahirkan karya monumental?

Oleh: Anis Matta Lc.

dari Tarbawi – nasruni.wordpress.com –

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada 3 Agustus 2008 in artikel pilihan

 

Tag: , , , , , , ,

7 responses to “Karunia Kegagalan (M. Anis Matta Lc.)

  1. arifrahmanlubis

    3 Agustus 2008 at 9:35 am

    belajar dari kegagalan, jika saja kita pintar, kadang lebih manjur dari belajar dari keberhasilan.

    wallahualam

     
  2. Rma

    4 Agustus 2008 at 7:27 am

    Itulah kegagalan,yang dengannya kita dapat menikmati kesuksesan.
    namun jangan kita berdiam dan bersedih dalam kegagalan, tanpa mau berusaha bagaimana supaya kita berhasil, tentunya dengan izin Allah.

    jadi ingat sebuah lirik lagu, karya tiem nasyid siapa yaa…begini liriknya:

    jangan difikir derita akan berkepanjangan,
    kelak akan membawa putus asa pada-NYA. ingatlah kawan…..
    setelah kabut berlalu pasti akan cerah kembali, ujian adalah tarbiyah dari Allah,
    apakah kita akan sabar ataukah sebaliknya

    Semoga qta termasuk kedalam hambanya yang sabar dan selalu dalam RAhmat, Lindungan, Barokah dan taqwa pada-NYA.

    wallahu a’lam

     
  3. mautcountdown

    12 Agustus 2008 at 1:10 am

    Satu lagi telaah dan penelitian jalan rumit kepahlawanan menjadi sesuatu yang sederhana dan memungkinkan untuk dilakukan oleh para calon pahlawan. Dan antumlah orangnya. Kalau Ibnu Khaldun bisa seperti itu, siapa yang bilang mustahil antum bisa seperti itu pula. Majulah Ikhwah. Dakwah ini tidak cukup hanya dengan satu Ibnu Khaldun.

     
  4. shodeeq

    16 Agustus 2008 at 6:11 am

    benar2 pemikiran yang mendalam…
    salute to Ibnu Kholdun n Anis Matta juga tentunya,hihi..

     
  5. hafsah _NTT

    15 November 2009 at 9:37 am

    aku suka tulisan anis matta … karena setiap apa yang beliau tulis selalu memotivasi kita untuk selalu berfikir maju dan bahkan berfikur untuk jauh melamapi zaman

     
  6. hafsah _NTT

    15 November 2009 at 9:42 am

    aku suka tulisan anis matta … karena setiap apa yang beliau tulis selalu memotivasi kita untuk selalu berfikir maju dan bahkan berfikir untuk jauh melampaui zaman

     
  7. Abu althaf Okushiwa

    15 Januari 2013 at 8:50 am

    sy salah seorang yang sangat menyukai karakter menulisnya anis matta…sangat mendalam..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: