RSS

Info Dunia Islam 02

26 Agu

Masjid Al-Aqsa Terancam, Yordania Panggil Duta Besar Israel

Eramuslim, 22 Agustus 2008.

Informasi tentang pemanggilan duta besar Israel oleh pemerintah Yordania disampaikan oleh anggota parlemen majelis rendah Yordania yang membidangi hubungan luar negeri Muhammad Abu Hadeib, Kamis (21/8). Pemanggilan itu berkaitan dengan rencana-rencana Israel untuk melakukan penggalian di dekat kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur.

“Menteri Luar Negeri Salah Bashir memanggil duta besar Israel dan secara resmi menyampaikan protes Yordania atas rencana-rencana penggalian Israel yang ilegal itu, ” kata Abu Hdeib.

Ia melanjutkan, “Israel merencanakan penggalian di dekat pintu gerbang Al-Mughrabi dan ingin membangun jembatan di sana. Tindakan itu merupakan pelanggaran atas perjanjian damai tahun 1994 dengan Yordania dan perjanjian-perjanjian internasional lainnya.”

Penggalian-pernggalian itu, sambung Abu Hdeib, membahayakan pondasi-pondasi masjid al-Aqsha dan akan memicu konflik kekerasan baru di Timur Tengah karena Yerusalem adalah garis merah bagi Muslim dan Arab.

Juru bicara kementerian luar negeri Yordania, Nassar Habasheneh mengungkapkan, pemanggilan terhadap duta besar Israel dilakukan setelah Yordania mendapat informasi bahwa Dewan Kota Yerusalem akan mengambil keputusan untuk melanjutkan pekerjaan di pintu gerbang Al-Mughrabi. “Menteri Luar Negeri mendesak Israel agar menghentikan aksi-aksi sepihak yang bisa mempengaruhi status Yerusalem, khususnya pintu gerbang Al-Mughrabi, ” kata Habasheneh.

Israel melakukan penggalian mulai dari bagian Dinding Barat sampai ke pintu gerbang Masjid al-Aqsha pada bulan Februari 2007. Penggalian itu memicu kemarahan umat Islam dan mereka mendesak badan PBB UNESCO untuk menghentikan penggalian yang dilakukan Israel.

Karena aksi protes umat Islam, kantor walikota Yerusalem menghentikan penggalian tersebut. Namun Israel tetap melakukan penggalian di tempat-tempat lainnya di sekitar kompleks Masjid al-Aqsha. Israel memang berniat mendirikan kuil di atas lokasi Masjid al-Aqsha, yang diklaim dulunya sebagai tempat bekas kuil mereka berdiri sebelum dihancurkan oleh tentara Romawi.

Yordania, bersama-sama dengan otoritas Palestina selama ini berperan sebagai penjaga Masjid al-Aqsha dan Kubah Batu, yang oleh UNESCO ditetapkan sebagai bangunan bersejarah yang harus dijaga keberadaannya. Namun badan PBB itu tidak pernah bersuara melihat penggalian-penggalian yang dilakukan Israel, yang mengancam keberlangsungan kompleks Masjid al-Aqsha. (ln/al-arby)

Muslim Mogadishu, Sambut Ramadhan dengan Keprihatinan

Eramuslim, 15 Agustus 2008.

Ramadhan tahun ini akan menjadi Ramadhan yang berat bagi warga Muslim di Mogadishu, Somalia. Mereka sedang dilanda kesulitan bahan pangan dan banyak masjid-masjid yang ditutup atau diambilalih oleh pasukan Ethiopia yang sedang menguasai kota mereka.

Konflik di Somalia makin mendalam sejak pasukan sementara pemerintah dibantu oleh pasukan Ethiopia menumbangkan pemerintahan Mahkamah Islamiah di Somalia yang berkuasa pada tahun 2006. Beragam aksi-aksi kekerasan menimbulkan korban jiwa lebih dari 6.000 warga Somalia, dan ribuan orang lainnya terpaksa mengungsi.

“Tidak ada tanda-tanda bahwa Ramadan sudah semakin dekat, di sini. Ratusan orang di pinggiran-pinggiran kota Mogadishu, sekarang sedang kelaparan, ” kata Ahmad Haji, warga Mogadishu.

Harapan mereka makin suram, karena banyak orang-orang dermawan yang biasa menyediakan makanan untuk berbuka puasa dan membagi-bagikan paket makanan, banyak yang mengungsi karena karena aksi-aksi kekerasan antara pasukan Ethiopia dan para pendukung Mahkamah Islamiyah.

“Orang-orang yang murah hati telah pergi, ” kata Abdullah Khalif, seorang anak muda dari distrik Huro.

Berdasarkan perhitungan astronomi, bulan Ramadan tahun ini akan jatuh pada tanggal 1 September mendatang. Namun Ramadan kali ini nampaknya tidak akan begitu semarak bagi Muslim di Mogadishu. Selain dilanda krisis makanan, masjid-masjid besar mereka banyak yang ditutup atau dikuasai oleh tentara Ethiopia.

“Hanya ada dua masjid di timur Mogadishu yang akan dibuka untuk para jamaah yang sudah kembali setelah situasi di distrik itu sudah relatif aman, ” ujar Ahmad Haji.

Di selatan distrik Wartijili, sejumlah masjid ditinggalkan jamaahnya karena meluasnya aksi-aksi kekerasan di kawasan itu. Sedangkan masjid di distrik Hartali, ditutup oleh pasukan Ethiopia. Di distrik Ali Kaamen, pasukan Ethiopia memanfaatkan halaman belakang Masjid Syaikh Abdi sebagai kamp penjara.

Menurut laporan organisasi hak asasi manusia di Somalia, sedikitnya ada 48 masjid yang ditutup selama terjadi pertempuran di ibukota. Seorang warga Mogadishu bernama Abdullah Salad yang tinggal di dekat masjid Ali Sofi mengatakan, masjid itu menjadi model bagi masjid-masjid lain di Mogadishu. Masjid ini menyediakan makanan dan bantuan, sehingga menjadi tujuan kaum miskin terutama di bulan Ramadan.

“Tapi sekarang, orang tidak memiliki apapun untuk menyambut bulan Ramadan, ” keluhnya. (ln/iol)

Konferensi Internasional Al-Aqsa di Jakarta

Hidayatullah, 20 Agustus 2008

Sebagai tindak lanjut Muktamar Al-Quds di Istanbul, tahun 2007, Konferensi Internasional Al-Aqsa akan diselenggarakan di Jakarta

Hidayatullah.com– Dalam rangka menggalang aksi nyata ummat Islam internasioal untuk pembebasan Masjid Al-Aqsa, Palestina dari cengkrama Yahudi–Israel, Jamaah Muslimin (Hizbullah) akan mengadakan Konferensi Internasional Al-Aqsa, di Audhitarium Adhayana Wisma Antara, Jakarta pada Kamis 21/8 nanti.

Ketua panitia, Sony Sugema mengatakan, konferensi adalah kelanjutan dari Muktamar Al-Quds di Istambul, Turki tahun 2007 lalu. Untuk terus berjuang mengembalikan Masjid Al-Aqsa ke pangkuan ummat Islam.

“Al-Aqsa adalah lambang kemuliaan dan kehormatan Islam. Karena itu harus diperhatikan, dibela, dan dijaga oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia secara berjamaah,” ujar Sony kepada para wartawan dalam acara jumpa pers di Wisma Antara, (19/8), kemarin.
Kegiatan bertema “Aksi nyata mengembalikan Masjid Al-Aqsa ke Pangkuan Muslimin” ini akan menghadirkan sejumlah pembicara dari mancanegara seperti Syaikh Ahmad Faez Abdalla Harara (Sekjen Rabithah Ulama Palestina Yaman), Prof. Dr. Hafidzi M. Nor (Palistine Centre for Exellence Malaysia), Abdul Ghani Samsudin (Presiden Sekretariat Himpunan Ulama Asia Tenggara), Fariz Mehdawi (Dubes Palestina untuk Indonesia), Dr. Adhyaksa Dault (Menegpora), Yakhsallah Manshur (Direktur Pesantren al-Fatah al-Islamy), dan Muhyiddin Hamidy (Ketua Jama’ah Muslimin (Hizbullah). [sur/www.hidayatullah.com]

Deputi Hamas: Kami Tidak Membenci Orang Yahudi

Eramuslim, 26 Agustus 2008

Deputi Kepala Biro Politik Hamas, Abu Marzook mengatakan Hamas tidak membenci orang-orang Yahudi dan jika terbentuk negara Palestina merdeka, Hamas menjamin orang-orang Yahudi bisa hidup dengan aman dan damai di tengah Muslim Palestina.

Marzook menyatakan hal tersebut menjawab pertanyaan dari seseorang yang menyebut dirinya sebagai warga Yahudi Israel, tentang negara macam apa yang akan dibangun Hamas di Palestina. Pertanyaan itu adalah salah satu pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke situs Islamonline, ketika situs itu mengumumkan akan melakukan wawancara dengan Marzook dan memberikan kesempatan bagi pembacanya untuk ‘menitipkan’ pertanyaan seputar Hamas dan Palestina.

“Kami akan hidup berdampingan dengan orang-orang Yahudi sesuai dengan ajaran agama, etika dan nilai-nilai sejarah yang kami miliki, ” kata Marzook sambil mengingatkan kembali bahwa selama berabad-abad banyak orang-orang Yahudi hidup dengan damai di negara-negara Arab dan Muslim.

“Orang-orang Yahudi hidup bebas dan berbisnis di Mesir dan Baghdad, pasar-pasar di kota Baghdad menjadi bukti apa yang dimiliki orang-orang Yahudi, ” ujar Marzook.

Marzook yang pernah mengenyam pendidikan di AS hingga mendapat gelar doktor di bidang teknik dan aktif di Hamas sejak akhir tahun 1980-an menambahkan, umat Islam tidak menemukan masalah dalam berhubungan dengan penganut agama yang berbeda-beda. “Kami mengakui hak-hak orang lain, yang menjadi bagian dari sistem dan etika agama yang kami anut, ” jelasnya. Tapi, tegas Marzook, Hamas tidak akan bisa menerima jika dipaksa menyerahkan hak-hak bangsa Palestina.

Menjawab pertanyaan mengapa Hamas memutuskan berpolitik dengan ikut serta dalam pemilu legislatif di Palestina, Marzook menjawab bahwa politik dan perlawanan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dan dilakukan Hamas secara bertahap dalam beberapa tahun belakangan ini.

“Perlawanan itu sendiri merupakan bagian dari politik. Kita tidak bisa memisahkan keduanya. Perlawanan adalah klimaks dari politi dan perlawanan adalah cara berpolitik dengan menggunakan bahasa peluru, ” ujar Marzook.

Ia mencontohkan blokade Israel di Ghaza saat ini adalah bukti nyata bagaimana politik dan perlawanan bisa dikombinasikan. Marzook juga menegaskan bahwa Hamas masih dan akan tetap menjadi gerakan perlawanan sebagai upaya untuk mencapai apa yang menjadi tujuan dari bangsa Palestina.

Hamas dan Iran

Abu Marzook juga menjawab pertanyaan tentang hubungan Hamas dengan Iran. Menurutnya, Iran adalah sahabat dekat Hamas. “Sikap politik Iran hampir sama dengan sikap politik Hamas, ” tukasnya.

Marzook menyatakan, negara-negara Arab seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan kedekatan hubungan Hamas dengan Iran, dengan mencurigai Iran sedang menyebarkan kekuatannya di Palestina. “Hamas selayaknya tidak disalahkan atas hubungannya dengan Iran, sementara negara-negara Arab dan non-Arab bersikap negatif terhadap Hamas, ” tegas Marzook.

Seperti diketahui, Iran adalah salah satu negara yang lebih dulu menawarkan bantuan finansial pada pemerintahan Hamas di Ghaza, setelah dunia internasional membekukan semua bantuannya untuk pemerintahaan Palestina sejak Hamas berkuasa.

Marzook mengatakan, wacana bahwa Iran sedang menebarkan pengaruh ke-syiah-annya di Palestina adalah bagian dari siasat AS untuk melanggengkan kepentingannya dan kepentingan sekutunya Israel di wilayah itu. “Isu-isu sektarian secara keseluruhan masih dipertanyakan dan itu dilakukan untuk kepentingan Israel. AS memainkan isu sektarian seperti yang dilakukannya di Irak… demi mencapai tujuan AS untuk menjadi kekuatan yang dominan, ” tandas Marzook. (ln/iol)

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 26 Agustus 2008 in Uncategorized

 

2 responses to “Info Dunia Islam 02

  1. achoey sang khilaf

    27 Agustus 2008 at 3:19 am

    Sobat
    sebarkan terus berita tentang dunia Islam🙂

    nAs: Siap..!!! Laksanakan.😀

     
  2. wi3nd

    27 Agustus 2008 at 6:21 am

    ya rabbi beri kekuatan pada mereka yang tertindas,apalagi mereka berjuang dijalanMU..
    tetaplah beristiqomah sodara2Q aku hanya mampu membantu lewat doa

    *tak terasa airmata inih menetes membaca tulisanmu nas*

    nAs: amiien..
    btw ini bukan tulisan saya wi3nd, cuma copas,
    krn terkadang kita lupa/ga sempet browse ke situs2 yg berisi berita2 spt ini… ato juga krn keasyikan blogwalking.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: