RSS

Belajar dari Seorang Hakeem Olajuwon

02 Sep

Banyak masyarakat Indonesia yang mengenal Olajuwon sebagai pemain bola basket NBA. Tetapi mungkin hanya segelintir saja yang mengetahui, bagaimana konsistensinya terhadap agama yang dianutnya.

Memang, atlet yang dilahirkan di Nigeria itu dikenal taat. Setiap bepergian selalu membawa kompas dengan tujuan memudahkannya menentukan arah kiblat, termasuk di sekitar arena pertandingan mana pun. Waktu istirahat dimanfaatkannya untuk menunaikan shalat. Terkadang, ketika rekan-rekan setimnya sedang berusaha mengembalikan stamina, ia menuju kamar mandi, mengambil air wudhu, kemudian membentangkan alas untuk shalat, tak jauh dari lapangan.

“Islam adalah kehadiran yang berkesinambungan, bukan sepotong jaket, tapi merupakan garmen yang menyatukan tubuhnya. Tidak ada “kompromi” mengenai shalat lima waktu. Cara untuk berterimakasih adalah dengan menaati ajaran-Nya.” Demikian ujar sosok yang mempunyai tinggi badan sekitar dua setengah meter ini.

Setiap menjelang Ramadhan, persiapan yang tertanam pada dirinya mencakup persiapan mengalahkan keinginan untuk minum sehubungan pertandingan yang harus diikutinya dalam bulan tersebut. Seolah-olah ia ingin membuktikan bahwa dengan berpuasa, energi pun bisa meluap-luap. Menjelang bertempur, ia hanya membasahi badannya dengan air sejuk.

Baginya, Ramadhan merupakan bulan karunia. Kepada siapa pun tidak jarang ia berdakwah. “Seharusnya kita beruntung bila diberi kesempatan menikmatinya. Karena di sanalah ampunan dan hidayah akan banyak diperoleh.” Ujarnya.

Ia makan dengan menu tujuh butir kurma dan minum satu galon air putih. Kemudian menunaikan shalat subuh serta memohon kekuatan lahir batin kepada-Nya. Selanjutnya pada saat buka puasa ia menyantap nasi, plus ayam dan sayur.

Terlepas dari masalah gegar budaya yang dialaminya sebagai minoritas ganda di Amerika Serikat –sebagai negro dan seorang muslim– Olajuwon berkata bahwa ia telah menemukan kedamaian dalam ajaran Islam. Katanya, kriteria seorang muslim yang baik di mata Allah bukanlah berdasarkan warna kulit atau status sosial, tetapi siapa yang paling shaleh.

Ia merasa bahagia tinggal di Amerika Serikat. Antara lain karena bisa memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan sesama muslim dari berbagai belahan dunia. Lainnya adalah mudahnya memperoleh informasi.

Pada bualan Ramadhan, aktivitas sedekahnya meningkat. Dua setengah persen dari penghasilannya diserahkan kepada kaum dhuafa dalam rangka pelaksanaan rukun Islam III.

Dilihat asal-usulnya, ia dari keluarga kelas menengah di Nigeria sebagai tempat kelahirannya. Pada usia 17, ia pindah ke Amerika Serikat untuk bermain bola basket di Universitas Houston. Setelah bergabung pada tim akademik itu hingga menuju Final Four (1982-1983-1984), ia menandatangani kontrak dengan Houston Rockets. Pada tahun 1994 dan 1995, tim ini menjuarai Piala Nasional.

Walaupun telah mencapai puncak prestasi, namun ia merasa kebahagiaan serta kepuasan belum ia peroleh. Diakuinya, memang ia sukses secata materi, tetapi ia sadar bahwa hidup adalah lebih dari sekedar kesuksesan duniawi. Artinya, belum lengkap bila tidak disertai upaya mencapai kesuksesan ukhrowi.

Renungan demi renungan, akhirnya teringatlah ia akan ajaran yang pernah diperolehnya ketika tumbuh di Nigeria. Singkatnya, ia sadar betul bahwa ia sudah lupa daratan sehingga ajaran agama ditinggalkannya.

Kemudian ia mencari masjid di Houston. Sulit dibayangkan ketika untuk pertama kali mendengar suara azan. Yang jelas bulu kuduknya berdiri. Beberapa waktu kemudian ia mulai mengikuti berbagai seminar tentang Al Quran. Ia berharap sambil berdoa agar jati dirinya sebagai muslim dapat ia tampilkan kembali.

Dalam proses keinsafan itulah, Olajuwon bercerai dengan Lita Spencer. Enam tahun lau ia menikah kembali. Yaitu dengan Dalia Asafi. Dari hasil pernikahan itu lahirlah Asafi, Rahma, dan Aisha. Ia membesarkan anaknya dalam tuntunan syariat ajaran Islam.

Demikianlah sosok Olajuwon, nama yang sering diidentikkan orang dengan bola basket. Dalam beberapa tahun terakhir ini sosoknya sebagai muslim yang taat semakin tampak, malah beberapa sahabatnya menganggap ia sebagai da’i.

Semoga kita bisa mengikuti apa yang dicontohkan oleh Hakeem Olajuwon ini, bahkan lebih baik lagi, amiieen..

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada 2 September 2008 in artikel pilihan, olahraga

 

Tag: , , ,

9 responses to “Belajar dari Seorang Hakeem Olajuwon

  1. layanglayang

    2 September 2008 at 3:34 pm

    amiieenn..

    subhanallah..
    baca artikel ini, jadi tambah semangat.
    hidayah memang Allah tidak berikan secara cuma-cuma, tetapi hidayah hadir dengan usaha kita untuk mencari-Nya.
    semoga kita selalu dalam lindungan-Nya dan selalu mendapat hidayah juga petunjuk dari-Nya. amin.

    makasih pak artikel..!!

    Alhamdulillah, sama-sama..

     
  2. pimbem

    3 September 2008 at 2:48 am

    huaaaa dulu waktu smp, hakeem idolaku loh. berhubung jaman dulu ga kenal internet mknya ga tau ttg sepak terjang kehidupan pribadinya.
    thanks for sharing ya, it’s a nice info🙂

    nAs:
    wah mba pimbem pasti jago basket yah,
    sama2 mba…

     
  3. wi3nd

    3 September 2008 at 3:28 am

    amiin..subhanallah..semo9a teutep istiqomah ya beliau ditengah kaum mayoritas amerika..
    duch..jadi malu neeh sama beliau klu sampe kalah beribadah[maaf tak bermaksud lain yakh]

    nAs:
    jadi tambahan motivasi buat kita wi3nd..

     
  4. rma

    3 September 2008 at 6:06 am

    Aamiin…

    Subhanallah….

    Hidayah Allah telah membawa hambaNYA pada jalan yang lurus yang telah di Ridhoi-NYA.

    semoga kita, seluruh umat Islam di bumi-NYA

    senantiasa dalam perlindungan, barokah, hidayah, inayah serta Rahmat-ALLAH SWT. Aamiin.

    syukron ka

    nAs:
    Amien, insya Allah…

     
  5. furqon

    3 September 2008 at 10:22 am

    wah…perjalanan religius yg boleh ditiru ketika seseorang bangkit dari keterpurukkan iman. Subhanallah….

    bagus….bagus…..

    nAs:
    Ya atok, patut dijadikan contoh buat kita semua.🙂

     
  6. achoey sang khilaf

    4 September 2008 at 4:10 am

    Subhanallah
    sebuah pencerahan nih🙂

    nAs:
    Iya kang, pencerahan yang mencerahkan tentunya..

     
  7. syelviapoe3

    10 September 2008 at 4:20 am

    Sayang saya tahunya telat ttg Pak Olajuwon ini…
    Dulunya waktu RCTI masih menayangkan NBA…saya gak kenal sama tuh Bapak…

    Padahal saya tuh selalu ‘search’ for the muslim athlete nyaris di tiap pertandingan yang saya tonton😀

    nAs:
    pasti suka nonton acara olahraga ya put?

     
  8. syelviapoe3

    12 September 2008 at 5:56 am

    kalo kebenaran gak ada acara lain yang bermutu…

    apalagi kalo kebanyakan acara gosip…mending nonton pertandingan olahraga di tipi

    nAs:
    oh gitu yah, di blogQ juga ada postingan jadwal tayangan sepakbola yg di-update tiap pekan.

     
  9. haris

    20 Januari 2010 at 2:54 pm

    okelah kalo begitu

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: