RSS

Laskar Pelangi…

15 Okt

Selasa kemarin (14 Oktober), akhirnya saya berkesempatan juga untuk menonton film Laskar Pelangi. Sebuah kisah nyata yang diangkat ke layar lebar, satu lagi film (yang insya Allah) sukses Indonesia di tahun-tahun terakhir ini setelah AADC, AAC dan Naga Bonar Jadi 2. Hari itu saya menonton di Platinum Screen, Margo City Depok. Kenapa saya harus menyebutkan lokasi? Karena ada hal yang cukup penting, yakni adanya musholla yang terletak tidak jauh dari pintu theater, sehingga saya tidak perlu sulit untuk jauh-jauh mencari tempat shalat. Thanks to Platinum Screen Margo City. (wah, sekalian promosi neh, dapet apa ya dari Platinum Screen…?)

Saya bukanlah pemerhati, penggemar, apalagi kritikus film, bahkan amat sangat jarang sekali keluar masuk bioskop, tapi karena ini LASKAR PELANGI, saya merasa perlu menyempatkan hadir langsung untuk menontonnya. Bermula dari ketika saya membaca novelnya dengan judul yang sama karya Andrea Hirata. Pertama kali membaca, langsung saya terbawa ke dalam imajinasi yang digambarkan dalam tulisan buku tersebut. Saking menariknya buku itu, sampai saya tidak berhenti membacanya terus menerus.. (sampai berapa halaman ya, saya lupa…) Intinya bahwa tulisannya memang menarik dan akan membuat si pembaca terus betah membacanya sampai akhir. Buku inipun sukses dan menjadi best seller di Indonesia. Membaca buku ini seperti membaca buku harian saja, yang sedikit dibumbui dengan bahasa sastra sehingga menjadikan tulisan lebih hidup. Seperti diakui sendiri oleh penulis, Andrea Hirata, bahwa karyanya Laskar Pelangi ini bukanlah karya sastra, dan beliau bukanlah sastrawan. Beliau menulis ini hanyalah sebagai penghargaan buat gurunya, bu Muslimah.

Lantas, bagaimana dengan filmnya? Apakah mampu menyamai kesuksesan bukunya. Seperti yang terjadi pada Ayat-Ayat Cinta (terlepas dari segala kontroversi yang ada)? Film besutan sutradara muda Riri Riza, sampai saat ini bisa dikatakan sukses walaupun belum menyamai AAC. Ada beberapa scene yang memang tidak sesuai dengan gambaran cerita dalam buku. Hal yang wajar tentunya, karena hampir tidak ada sutradara manapun, yang mampu menampilkan imajinasi dari sebuah karya tulis ke dalam sebuah adegan persis sama. Bagaimanapun karya tulis lebih mampu untuk membuat pembacanya berimajinasi lebih luas tidak terbatas, sedangkan adegan dalam film sangat terbatas dari segi latar, aktor dan lain sebagainya. Termasuk juga untuk film sekelas Hollywood, Harry Potter, apalagi film Ayat Ayat Cinta, hmmm….

Setelah saya melihat filmnya, dan coba membandingkan dengan buku, ada beberapa scene yang berbeda memang, namun sama sekali tidak mengaburkan maksud dan tujuan dari Penulis buku. Ini tentunya tidak lepas dari hasil komunikasi dan kerjasama yang telah dilakukan dengan baik oleh penulis buku Andrea dan sutradara film Riri Riza. Bahkan menurut saya untuk beberapa scene, penggambaran dalam film bisa lebih mengena. Seperti pada adegan kapur dan perpisahan Lintang, yang satu membuat penonton tertawa dan yang satunya membuat penonton terharu. Artinya memang antara buku dan film sama-sama memiliki kelebihannya masing-masing, jadi keduanya layak untuk dinikmati.

Pendidikan adalah tema sentral dari Laskar Pelangi. Kisah nyata ini bahkan terjadi di 30 tahun yang lalu, tidak terbayang bagaimana keadaannya saat ini. Bukan hanya di Belitong, saya yakin masih banyak daerah di Indonesia mengalami hal serupa, sekolah-sekolah yang atapnya bocor, bangku meja yang sudah reyot, bangunan yang mau ambruk, buku-buku pelajaran yang langka karena mahalnya. Bagaimana bangsa ini akan maju kalau pemerintahnya kurang memperhatikan sektor pendidikan? Saya yakin bangsa ini memiliki banyak manusia-manusia berpotensi seperti Lintang, Mahar, yang karena keterbatasan mereka terpaksa berhenti sekolah. Semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan sektor pendidikan ini, tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga di daerah-daerah terpencil. Karena semua warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan.

Masih berlanjut ke postingan selanjutnya, Seroja…

 
18 Komentar

Ditulis oleh pada 15 Oktober 2008 in artikel pribadi

 

Tag: , , ,

18 responses to “Laskar Pelangi…

  1. gbaiquni

    16 Oktober 2008 at 12:03 am

    hmmm blum nonton…😦

    udah pernah mw baca bukunya dari beberapa tahun lalu…, tapi sampe meledak sekarangpun…, blum sempat baca…😦

    nAs:
    hehehe.. baca pak, bagus bukunya…

     
  2. asia

    16 Oktober 2008 at 3:09 am

    Seep Pak…Saya setuju.,baik film maupun buku memiliki kelebihan masing-masing…Yang paling penting adalah..pesan moral dari film ini dapat diterima dengan baik oleh khalayak luas…Apabila ada kekurangan maupun kelebihan dari film ini itu hanyalah bumbu penyedap untuk membentuk cita rasa tersendiri..Proviciat untuk film Indonesia..

    nAs:
    seep juga, mantabs asia..😆

     
  3. Ka Ros

    16 Oktober 2008 at 3:18 am

    blom nonton pelmnya boy…..tapi sontreknya juga oke tuh boy……
    yg dibawain nidji atopun gita, yang laen sih belum denger.

    nAs:
    hahaha kak ros lom nonton ya?
    kemaren upin ga ajak hehehe…
    soundtrack? jadi inget Seroja…

     
  4. day...

    16 Oktober 2008 at 4:46 am

    pilihanmu sama sepertiku. film-film bagus di Indonesia adalah AADC, Ayat-Ayat Cinta, Laskar Pelangi, dan Naga Bonar Jadi 2.

    nAs:
    bukan pilihan saya sih, cuma itu emang yg saya tau pada sukses hehehe…😀

     
  5. cita-cita

    16 Oktober 2008 at 6:37 am

    Alhamdulillah…

    sebuah film pendidikan yang memiliki pesan moral positif.
    iya, semoga pemerintah dan semua masyarakat lebih memperhatikan pendidikan terutama untuk sekolah2 yang sangat membutuhkan.

    Bukunya bagus, filmnya juga..
    Semoga jadi motivasi belajar bagi pelajar dan kita semua
    untuk bersungguh-sungguh, walau biaya minim dan jarak yang jauh.
    karena siapa yang bersungguh-sungguh, bekerja keras, dia pasti akan mendapatkan (keberhasilan). Subhanallah.. Alhamdulillah

    nAs:
    ya betul, dan bisa menggapai cita-cita tentunya…😆

     
  6. wi3nd

    16 Oktober 2008 at 6:39 am

    belum nonton nAs,keabisan tiket yang sian9,adana mlm selalu,nda mau akh..

    duch ketin99alan yaa..tapi pasti nonton,mo9a2 min9u min9u besok da sepi..
    jadi belum bisa komen ya nAs..?

    nAs:
    ini juga udah koment wi3nd, hehehe..
    ok mudah2an bisa nonton,
    ditunggu komentarnya lagi nanti…😀

     
  7. cita-cita

    16 Oktober 2008 at 7:03 am

    Assalamu’alaikum wr.wb.

    maaf ka, ana titip info ya…
    kepada saudara/i qu…
    ” Harap tolong beritahukan pada organisasi Islam, masyarakat or setiap orang untuk mengirimkan surat ke Pansus RUU Pornografi,
    Alamat:DPR-RI Senayang JKT u/ dukung RUU pornografi, krn saudara2 di DPR tersudut o/ surat2 yg tolak RUU tersebut. FAX Pansus RUU Pornografi 021-5715512
    terima kasih ka,
    jazakallah

    nAs:
    ya, dipersilahkan…
    ayo kita dukung RUU APP…

     
  8. opphin

    16 Oktober 2008 at 7:18 am

    akhirnya bisa nonton juga…
    walopun sempet tidur bentar,,,
    tapi tetep kena…
    hehehe,,,

    nAs:
    hehehe.. aku juga sempet ngantuk sih fin,
    tapi ga sampe tidur…
    kena apanya fin? kena timpuk orang di belakang?😆
    hehehe kidding..

     
  9. kangharis

    16 Oktober 2008 at 8:28 am

    lagi heboh nih Laskar Pelangi🙂

    nAs:
    seheboh akang yg bikin blog baru..😆

     
  10. adedepok

    16 Oktober 2008 at 8:33 am

    abis nonton ya boi….
    “makanya dengerin musik jazz doonk… ini musiknya orang pintar… “\
    jangan dangdut terus.. ^_^

    nAs:
    seroja…

     
  11. Catatan Muslim

    16 Oktober 2008 at 10:17 am

    Semarak hingar bingar dan genggap gempita acara pemutaran yang dihadiri Oleh Presiden SBY, dan antrian yang sangat panjang untuk mendapatkan tiket….. seakan menghilangkna makna sesungguhnya dan menghapus pesan moral untuk para pejabat pemerintahan, Anggota dewan yang terhormat dan semua orang berkepentingan…. akan pesan sesungguhnya… ternyata masih banyak keadaan sekolah-sekolah yang tidak memenuhi syarat… dan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan… wahai engkau para wakil rakyat kurangi korupsimu sedikit untuk membantu mereka.., jangan hanya kau penuhi perutmu sendiri dengan egois… sisakan untuk mereka….

    nAs:
    ya betul betul betul…
    hayo pilih pemimpin baru… (lho kok)

     
  12. masisman

    16 Oktober 2008 at 10:35 am

    blm ada waktu wat nonton hiks…

    nAs:
    hayo nonton…
    iya tuh mas, 3x komentarnya masuk spam, bukan saya tapi akismetnya…🙂

     
  13. Leni Rezi

    16 Oktober 2008 at 3:01 pm

    Nonton y Laskar Pelangi…
    Salam Kenal dari saya di Bumi Laskar Pelangi
    Kapan-kapan berkunjung y ke bumi kami.. Belitung Island klo mau lebih lengkap cari di http://www.belitungisland.com

    nAs:
    iya saya lihat memang alam di Belitung begitu indah digambarkan..
    mau mau.. kapan ya kesana?

     
  14. layanglayang

    16 Oktober 2008 at 4:39 pm

    kayanya link bagus.. diatas itu..😀

    saya juga udah nonton.. kereeenn.. sampai menitikkan airmata. T_T. walaupun ga nonton sampai habis, keburu keluar dari teater. tapi.. ga nyesel.. setidaknya udah terlaksana untuk nonton.

    kirain si ‘bapak’ ini tidak suka nonton film.. ternyata..😆

    Semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan sektor pendidikan ini, tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga di daerah-daerah terpencil. Karena semua warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. SETUJU..

    nAs:
    emang kenapa lan, ga sampe habis nontonnya?
    bukan berarti saya suka nonton film loh lan, coba dibaca lagi…

     
  15. kasman

    17 Oktober 2008 at 3:03 am

    filmnya bagus tapi sayang kenapa harus tora sudiro yang jadi bp gurunya…?? baru lihat mukanya aja udah mau ketawa ^_^.

    nAs:
    awalnya saya juga menduga begitu,
    tapi pas liat akting dan perannya, bagus kok,
    yang agak kurang cocok ya Rieke Dyah Pitaloka, untungnya cuma nongol sebentar..

     
  16. keren banget gopal

    17 Oktober 2008 at 4:02 am

    filmnya keren banget… ***** (lima bintang maksudnya..)

    keren banget dah pokoknya!

    nAs:
    mmm bintang lima ya?
    kalo saya ga menilai setinggi itu mas…

     
  17. wi3nd

    24 Oktober 2008 at 9:08 am

    lapeerrrr ecH lapoorr nAs..!!
    [hehhe..biz cuacana mendun92 9ene jd bawaanya laper:)]

    uda nonTooooonn..:)
    seperti biasa tidak bisa men9ewantahkan bahwa pilem harus sedetail novelnya,mu berpa jam klu harus detail?
    tapi setidaknya LP sudah mewakili kok,ba9uuss..
    ada ketawanya,sedihnya,mirisnya,seman9adnya..dapet semua..
    pemandan9annya ba9uus ban9eeddd..suka suka ban9ed apala9i disanah ada pinus y9 dilalui lintan9 setiapharinya menuju sekolahnya,ada pelan9i[bu mus teriak:laskar pelan9i..!!] baru tau aku,dari situ julukannya?ada ujan..y9 kesemuanya hal y9 aku sukai heheh,..*teutep narsis*oopzz..jan9an ditimpuk ya?hehe

    y9 aku in9at:memberilah sebanyak2nya bukan menerima sebanyak2nya..”
    setujuu….

    *slesai nAs..*

    [panjan9 yakH?bis daku sukaa hehhehh]

    nAs:
    ya betul betul betul… memberilah sebanyak2nya bukan menerima sebanyak2nya (kata pak Harfan)
    laper eh laporan diterima, kembali ke tempat… (hutan harum eh.. harum hutan)

     
  18. putri

    25 Oktober 2008 at 9:02 am

    Udah dapet review filmnya dari adik…Ntar mo nunggu VCD-nya…he…he…

    nAs:
    hihihi… Putri belum nonton yah?
    ok mudah2an segera sampai di sana..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: