RSS

Hidayah yang Hadir ke Rumah Seorang Polwan AS

11 Des

Cukup lama saya tidak update blog ini, kejenuhan datang melanda. Hal yang manusiawi, kata wi3nd, tentu saja, tapi saya tetap harus minta maaf kepada kalian semua. Istirahat untuk kembali menyusun kekuatan, kata layang-layang, semoga demikian, terimakasih atas dukungan semuanya. Alhamdulillah walaupun ditinggalkan, tetap banyak yang berkunjung ke blog ini. peringkat di Blog Indonesia pun masih cukup bagus. Di sela-sela waktu beraktivitas ini saya ingin men-share sebuah kisah seorang Polisi Wanita di Amerika Serikat yang memdapatkan hidayah, Alhamdulillah. Semoga mampu menambah semangat keislaman kita. Serta membuktikan dakwah itu dapat dilakukan kapan dan dimana saja, tidak memandang tempat, insya Allah. Kisah ini saya copy dari situs eramuslim, semoga bermanfaat. judul asli: Polwan AS: Allah Telah Mengirim Islam ke Rumah Saya.

Linda (Widad) Delgado, terlahir sebagai seorang Kristiani dan sejak usia 9 tahun sudah rajin membaca Alkitab. Namun itu tidak menjadikannya percaya begitu saja pada agama Kristen yang dianutnya, oleh sebab itu sampai usia 52 tahun, Linda terus terus melakukan pencarian untuk menemukan kebenaran sejati tentang Tuhan.

Selama puluhan tahun, Linda yang tidak pernah menjadi anggota jamaah salah satu gereja, mempelajari ajaran agama Katolik, Protestan, Mormon, Yehovah sampai agama Yahudi. Namun Linda masih belum bisa menerima ajaran-ajaran agama tersebut.

“Hati saya berkata bahwa Yesus bukan Tuhan tapi hanya seorang nabi. Hati kecil saya berkata, Adam dan Hawa bertanggung jawab atas dosa-dosa mereka sendiri, dan bukan saya. Hati kecil saya berkata, saya selayaknya berdoa pada Tuhan dan bukan pada yang lain. Akal saya mengatakan juga bahwa saya harus bertanggung jawab atas perbuatan baik dan perbuatan buruk yang saya lakukan,” tutur Linda.

Linda yang bekerja sebagai polisi di Arizona, AS mengaku selama itu pula ia tidak pernah berkomunikasi dengan Muslim. Ia, seperti kebanyakan orang Barat, terlalu banyak membaca pemberitaan di media massa tentang agama Islam, yang disebut-sebut sebagai agama yang dianut para teroris fanatik.

“Itulah sebabnya, saya tidak pernah mencoba mencari buku-buku atau informasi tentang Islam. Saya tidak tahu apapun tentang agama ini,” kata Linda.

Awal Perjalanan

Pada usia 52 tahun, Linda dan suaminya yang juga polisi, pensiun dari dinas kepolisian tepatnya pada tahun 2000. Saat itulah ia bertemu seorang penerbang yang minta tolong mencarikan rumah bagi sejumlah polisi asal Arab Saudi yang sedang berada di AS dalam rangka belajar bahasa Inggris dan tugas belajar di akademi kepolisian di Arizona. Para polisi Arab Saudi itu berharap bisa tinggal dengan keluarga Amerika agar mereka bisa mempraktekkan bahasa Inggris dan belajar tentang budaya masyarakat Amerika.

Saat itu, Linda dan suaminya tinggal tidak jauh dengan puteranya yang menjadi orang tua tunggal untuk seorang puterinya. Setelah berdiskusi dengan suaminya, Linda menyatakan bersedia membantu para polisi Arab Saudi itu. Saat itu ia berpikir, ini akan menjadi kesempatan untuk cucu perempuannya belajar tentang orang-orang dari negara lain. Tapi Linda mengaku agak khawatir saat diberitahu bahwa polisi-polisi Saudi itu beragama Islam.

Kemudian seorang penerjemah dari Universitas Arizona mengenalkan anak muda dan tidak bisa berbahasa Inggris. Namanya Abdul. Dialah polisi Saudi yang akan tinggal bersama keluarga Linda. Keluarga Linda cepat akrab dan menyukai Abdul karena perilaku Abdul yang santun.

“Abdul mengatakan, bahwa saya adalah non-Muslim pertama yang pernah diajarkannya tentang Islam,” ujar Linda.

Setelah Abdul, kemudian datang Fahd. Usia Fahd lebih muda dan sangat pemalu. Selain menjadi tutor, Linda, Abdul dan Fahd berdiskusi tentang banyak hal, mulai dari pekerjaan sebagai polisi, tentang AS, tentang Arab Saudi dan tentang Islam. Linda mengamati bagaimana Abdul dan Fahd serta 16 anggota polisi Saudi lainnya yang sedang belajar di AS itu saling membantu satu sama lain. Dan Linda mengaku kagum pada Fahd dan Abdul yang sama sekali tidak terpengaruh dengan budaya Amerika meski mereka sudah satu tahun tinggal di AS.

“Mereka pergi ke masjid setiap hari Jumat, mereka tetap salat meski mereka sangat lelah dan mereka selalu hati-hati dengan apa yang mereka makan. Mereka menunjukkan pada saya bagaimana memasak beberapa masakan tradisional Arab Saudi, mengajak saya ke restoran dan pasar warga Arab. Mereka juga sangat baik pada cucu saya, memberikannya banyak hadiah, lelucon dan persahatan,” ungkap Linda.

Suatu hari, Linda menanyakan pada mereka apakah punya al-Quran lebih, karena Linda ingin membaca apa sebenarnya isi al-Quran. Fahd dan Abdul lalu menghubungi kedutaan besar Saudi di Washington DC dan minta dikirimkan al-Quran dengan terjemahan bahasa Inggris agar bisa dibaca Linda. Setelah itu, Linda sering bertanya tentang Islam pada dua polisi muda Saudi itu.

Dalam satu kesempatan, salah seorang polisi Saudi meminta istrinya datang dan tinggal di AS. Linda diundang ke rumah mereka dan disana Linda banyak bertanya pada istri polisi tadi tentang busana muslim, wudhu dan banyak hal tentang Islam.

Seminggu sebelum “anak-anak angkat” Linda kembali ke Arab Saudi, ia mengadakan makan malam bersama seluruh keluarga. Linda sengaja membeli jilbab dan baju abaya untuk dikenakan saat malam itu. Linda ingin “anak-anak angkat”nya mengingatnya sebagai saudara perempuan yang mengenakan busana muslimah yang baik.

Sebelum mereka makan malam itu, Linda memutuskan untuk mengucapkan syahadat. Kedua polisi muda itu sangat terharu. Mereka menangis sekaligus tersenyum bahagia melihat Linda menjadi seorang Muslimah.

“Dalam hati saya percaya bahwa Allah telah mengirim kedua anak itu pada saya untuk menjawab doa-doa saya selama puluhan tahun. Saya percaya Dia telah memilih saya untuk melihat kebenaran dan cahaya Islam. Saya percaya Allah telah mengirimkan Islam ke rumah saya. Saya bersyukur Allah telah melimpahkan kasih sayang dan cintaNya pada saya,” tutur Linda tentang keislamannya.

Menjadi Seorang Muslimah

Setelah “anak-anak angkat”nya kembali ke Saudi, Linda secara resmi mendaftarkan dirinya sebagai seorang Muslim dan bergabung dengan sebuah masjid lokal. Linda mengakui, keluarga besarnya masih terkaget-kaget dengan keputusannya memeluk Islam. Mereka berpikir Linda tidak akan lama menjadi seorang Muslim dan dengan cepat akan segera berpindah ke agama lain seperti yang ia lakukan saat masa mudanya dulu.

Beruntung suami Linda orang yang sangat terbuka. Ketika Linda mengatakan bahwa mulai sekarang mereka harus makan makanan halal dan meninggalkan makanan yang diharamkan Islam, suaminya hanya menjawab “okay”. Linda juga mulai menyingkirkan foto-foto manusia dan gambar binatang yang dipajang di rumahnya. Linda tidak lupa menulis surat pada teman-teman dan keluarganya yang non-Muslim, mengabarkan bahwa sekarang ia menjadi seorang Muslim dan itu tidak akan mengubah hubungan mereka.

Sambil terus menjelaskan tentang rukun Islam pada keluarganya, Linda juga belajar salat dan membaca al-Quran, aktif dalam kegiatan Muslimah dan banyak menambah wawasan tentang Islam lewat internet. Lewat internet pula Linda bertemu dengan seorang Muslimah asal Kuwait yang mengiriminya paket berisi jilbab, kaos kaki dan abaya. Sahabatnya itu mengucapkan selamat atas keputusannya menjadi seorang Muslim.

Linda bukannya tidak menghadapi kesulitan beradaptasi dengan sesama Muslimah yang ia jumpai. Dari beberapa masjid yang ia kunjungi, Linda memahami bahwa kelompok-kelompok Muslim di sebuah masjid berkumpul biasanya karena persamaan budaya dan bahasa. Linda pernah merasa menjadi “orang asing” di tengah Muslim yang tidak terlalu mempedulikan kehadirannya. Namun Linda lebih banyak menemukan Muslim yang terbuka, hangat dan siap membantunya untuk belajar Islam.

Sampai sekarang, Linda masih terus belajar dan belajar. Ia kini mengelola situsnya http://www.widad-lld.com dan menjadi direktur untuk Islamic Writers Alliance. (ln/iol)

 
29 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Desember 2008 in Uncategorized

 

Tag: ,

29 responses to “Hidayah yang Hadir ke Rumah Seorang Polwan AS

  1. wi3nd

    11 Desember 2008 at 9:24 am

    harus bilan9 apah?
    subhanalooh ato alhamdulilah..??

    Alhamdulilah hidayah ituh datan9 pada LINDA& fams…
    semo9a tetap istiqomah…

    duch..jadi malu ju9a neeh coz daku sendiri masih belajaR banYaK tentan9 iSLam ju9a..:)

    ten9kyu FOR sHare nAs……

    nAs:
    bilang dua2nya jug gpp wi3nd..🙂

    semua juga belajar wi3nd.. hayo semangat..!!!

    you’re wellcome…

     
  2. mamas86

    12 Desember 2008 at 2:04 am

    Alhamdulillah…. Karena telah mendapat hidayah-NYA

    nAs:
    Alhamdulillah, makasih atas kunjungannya mas🙂

     
  3. heri

    12 Desember 2008 at 5:58 am

     
  4. syelviapoe3

    12 Desember 2008 at 8:37 am

    Oh..kisah itu ternyata memangf kisah nyata mrs. LInda Delgado, ya..?

    Beliau juga menerbitkan buku, lho, mas nAs..

    sebuah serial…kisah untuk anak2…
    Putri punya 2 dari 4 serial yang diterbitkannya…

    Sebuah novel yang menarik….sangat cocok dibaca oleh masyarakat non muslim…

    mas nAs sudah baca belum, ?

    nAs:
    wah belum put, pinjem dunk…😆

     
  5. omiyan

    12 Desember 2008 at 9:00 am

    Kisah yang bagus dan senantiasa kita bisa intropeksi sebagai muslim yang telah muslim sejak lahir agar lebih giat dalam memperdalam ilmu agama

    nAs:
    alhamduillah, insya Allah mas,
    jadi penambah semangat…🙂

     
  6. Ka Ros

    12 Desember 2008 at 3:21 pm

    Alhamdulillah,ternyata gak smua org amerika hate moslem,so we don’t have to hate them too,right?

    nAs:
    them siapa ka ros?
    Islam khan agama rahmataan lil alamiin..
    seperti ka ros yang cinta damai.. betul ga?😆

     
  7. idawy

    13 Desember 2008 at 2:25 am

    Subhanallah..
    terharu saya membaca cerita di atas..

    btw Suaminya Linda apakah muslim juga? Mudah2an iya…

    nAs:
    suaminya? wallahu’alam, mudah2an iya.. amiin..

     
  8. arif

    13 Desember 2008 at 6:16 am

    SElamat malam
    salam kenal dari orang katrok
    wong ndeso sing pengin ke kuto

    -hidayah datangnya dari ALlah….

    kang arif

    nAs:
    salam kenal juga kang Arif,
    wah, temennya mas tukul yah?😉

    iya, hidayah datangnya dari Allah, dan kita harus mengupayakan untuk mempertahankannya…

     
  9. CITA-CITA

    13 Desember 2008 at 6:40 am

    ASSALAMU’LAIKUM wR.wB.

    Subhanallah..alhamdulillah.. ALLAHU AKBAR!!!
    semoga Allah SWT meneguhkan keimanan linda dan kita semua umat Islam,
    semoga semakin banyak manusia yang senantiasa menggapai hidayah Allah swt

    nAs:
    Aamiiinn Yaa Rabbal Alamiinn..

     
  10. mayapuspitasari

    13 Desember 2008 at 7:52 am

    Subhanallah.. ^_^
    Bergetar saya sampai menangis membaca kisah ini.
    Alhamdulillah.. Allah juga memilih kita memperoleh cahaya itu..
    Allahu Akbar!!!

    nAs:
    *memberikan tissue tuk de maya,
    Alhamdulillah…🙂

     
  11. layanglayang

    14 Desember 2008 at 3:00 pm

    inspiratif..
    subhanallah..

    hidayah itu emang ga didapat dengan mudah ya pak..!! dan jalan yang ditunjukin pun.. beda2 setiap orangnya🙂

    maaf.. belum sempet BW, jadi baru kasih komen.

    nAs:
    saya maafkan lan..😀

     
  12. Farrel

    14 Desember 2008 at 10:13 pm

    Subhanallah…
    Hidayah itu datang juga…

    nAs:
    Alhamdulillah..🙂

     
  13. Daiichi

    15 Desember 2008 at 12:48 pm

    Gooo Muslim..
    akhirnya akan datang juga hidayah pada orang-orang yang dikendaki-Nya.

    nAs:
    Gooooo!!!! (kayak valentino Rossi aja)😀
    iya, Insya Allah..

     
  14. syelviapoe3

    16 Desember 2008 at 3:04 am

    Halo…
    mas nAs kemana, nih ?

    Sibuk-kah ?

    nAs:
    hehe..
    ada kok put, bermukim di tempat yg laen..😀

     
  15. ricnes

    16 Desember 2008 at 6:02 am

    Subhanallah….Allahuakbar…..Hidayah Allah tlah sampai padanya linda red
    sampai berdiri bulu roma ky bacana….mdh2an Hidayahug ada ama kt yg tlah diberi duluan tidak dicabut olehNYA….Amien…..ayo berusaha…semangat….

    nAs:
    Aamiiinnn…
    hayyooo mas, semangatttt!!!

     
  16. cantigi™

    17 Desember 2008 at 12:41 pm

    yuu.. ikutan IBSN Blog Award di cantigi.. ^_^

    nAs:
    wah, caranya gimana pak?

     
  17. ciwir

    17 Desember 2008 at 8:03 pm

    alhamdulillah…
    akhirnya dapat hidayah juga…

    nAs:
    Alhamdulillah, dan mudah2an tidak mudah dilepaskan begitu saja amiinn..

     
  18. yellashakti

    18 Desember 2008 at 5:24 pm

    maaf pak baru bisa mampir, di blog ini seringkali langkah saya terhenti, untuk sejenak melihat begitu banyak hikmah kehidupan yang bisa mengisi energi agar terus bersemangat ya…
    jzkl

    nAs:
    iya bu, dah saya maafkan…😉
    amiinnn insya Allah..😀

     
  19. namada

    20 Desember 2008 at 1:57 am

    Alhamdulillah..
    subhanallah..😥

    nAs:
    Alhamdulillah…

     
  20. norjik

    20 Desember 2008 at 7:19 am

    Allhamdulillah, amerika memang perlu banyak Hidayah agar terbuka mata dan pikiranya. Semoga …Amin !

    nAs:
    Aamiiinn Allahumma amiin..🙂

     
  21. Nin

    20 Desember 2008 at 10:21 am

    Subhanallah…
    Allah memberikan hidayah pada orang yang DIA kehendaki…

    nAs:
    pastinya mas..🙂

     
  22. Catatanmuslim

    20 Desember 2008 at 11:36 am

    Isalam adalah Yang benar….
    Sekarang pindah di
    http://catatanmuslim.web.id

    Terima kasih

    nAs:
    oh pindah rumah tho mas..?!?

     
  23. Rindu

    21 Desember 2008 at 11:44 am

    Selalu ada cahaya ditengah kegelapan ya kang … saya percaya itu.

    nAs:
    Rindu is back… apa sudah lama?!?
    ya, kita harus percaya…🙂

     
  24. wawa

    16 Januari 2009 at 4:48 am

    alhamdulillah.. Semakin banyak ummat ini… semoga aja linda & keluarga istiqomah dan dikemudian hari kita bersama-sama mengawal kebangkitan islam yang hanya menunggu waktu saja (karena janji Allah sudah pasti)

     
  25. fahma

    8 Februari 2009 at 3:29 pm

    asw…

    jaziran tas artikelnya mas…
    walaupun dah sering baca mengenai hal yg sama tapi tetep saja bikin hati geer kalo baca pengalaman yg serupa…

    muga hanya ada Allah dihati kita…

    aamin.

     
  26. budi

    18 Maret 2009 at 4:22 pm

    subhanallah….saya selalu terharu dan berkaca-kaca bila membaca kisah seperti ini….
    Semoga Allah memantapkan keimanan saya dan kita semua

     
  27. nila

    22 Agustus 2009 at 8:46 pm

    subhanallah .. ^_^

     
  28. reza

    12 Maret 2013 at 11:50 pm

    saya kagum dengan suaminya Linda yang dpt menerima dengan lapang dada menghargai keputusan Linda masuk muslim…yang menjadi pertanyaan, seandainya sebaliknya terjadi yaitu,jika seorang suami muslim mempunyai seorang istri yang mengambil keputusan untuk meninggalkan islam..apakah sang suami akan berlapang dada juga menerima? apakah sang istri tidak akan dianggap musrik dan halal untuk disiksa?

     
  29. pundi0

    21 Maret 2013 at 3:39 pm

    maha suci allah yang tlh menurun kan islam sebangai agama yang benar…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: