RSS

Kiat Mempererat Hubungan Ayah dan Anak

21 Jun

Alhamdulillah saya kembali, masih seputar dunia keluarga, kali ini saya hadirkan artikel tentang hubungan Anak dan ayah. Semua dalam rangka mempersiapkan diri untuk menjadi seorang ayah, secara usia kandungan istri saya masih 2 bulan. Saya mohon doanya agar semuanya lancar sampai proses persalinan dan terus mampu mendidik dan merawat anak kami agar menjadi anak2 sholeh-sholeha kebanggan orang tuanya.. amiin Allahumma amiin..

sumber: eramuslim

Hasil riset dan para psikologi banyak yang menyatakan bahwa peran ayah sangat penting dalam pertumbuhan seorang anak. Ikatan emosional antara ayah dan anak, ditentukan salah satunya oleh interaksi antara ayah dan anak itu sendiri. Interaksi yang baik antara anak dan ayah ini, dikatakan sangat mempengaruhi kecerdasan emosional seorang anak yang membuatnya tumbuh menjadi sosok dewasa yang berhasil.

Bagaimana seorang ayah yang sibuk bekerja di luar tetap bisa mempererat dan menjalin ikatan emosional ini?

Banyak kendala yang dihadapi seorang ayah untuk meluangkan waktunya merawat anak karena kesibukan di luar.

Di bawah ini adalah tips-tips bagi Anda.

1. Persiapkan diri Anda sedini mungkin sejak istri Anda hamil

Seorang suami sudah terlibat dalam pembuahan seorang anak, yang menjadikan istrinya mengandung. Masa kehamilan selama 9 bulan ini dapat Anda gunakan untuk mempersiapkan diri Anda sebagai seorang ayah.
Berperan aktif lah Anda sebagai seorang suami sekaligus calon ayah dengan membantu kehamilan istri.

Mengikuti persiapan persalinan berupa senam, membaca buku bersama mengenai kehamilan, cara merawat bayi atau berbelanja bersama untuk menyambut kelahiran sang bayi. Bila memungkinkan temanilah istri Anda dalam persalinan. Melihat langsung perjuangan istri Anda, dan detik-detik terdengarnya tangisan bayi yang
lahir ke dunia ini, akan menambahkan rasa sayang dan kasih Anda baik kepada istri maupun anak Anda.

2. Ikut aktif merawat bayi

Sedari awal menjelang kelahiran, cobalah ikut aktif merawat bayi Anda. Salah seorang peneliti menemukan bahwa para ayah yang mulai mengganti popok, memandikan, dan mengasuh bayi mereka sejak dini, akan besar kemungkinan melakukan kegiatan semacam itu pada bulan-bulan selanjutnya.

Kebiasaan ikut aktif sang ayah dalam merawat bayi akan terbentuk. Anda akan menemukan saat-saat indah dalam masa ini. Anda bisa memandikan, mengganti popoknya, memberikan susu botol dan meninabobokan. Untuk masa awal, adalah wajar bila terjadi kesalahan-kesalahan karena yang perlu diingat merawat bayi perlu pengalaman secara langsung, penuh coba
dan memperbaiki kesalahan. So nothing to loose. Try and you’ll enjoy it.

Bayi Anda akan semakin merasakan kehadiran Anda, mengenali sosok wajah Anda, suara Anda dan bau ayahnya.

Tips bagi ibu…,
biarkanlah suami Anda ikut merawat dan mengasuh dengan
gayanya sendiri, Anda bisa memberikan dukungan dan dorongan agar suami akan semakin perrcaya diri dalam merawat bayinya. Memberikan masukan dan membetulkan cara merawat akan menambah smooth.

Bagi keluarga yang mendapatkan pertolongan dari nenek atau saudara lainnya, usahakan lah jangan sampai menganggu porsi sang ayah dalam ikut aktif merawat bayi. Give him the space.

3. Bermain bersama

Ketika bayi Anda makin beranjak usia, lewatkan waktu bersama untuk bermain, membaca buku atau melakukan aktivitas yang menyenangkan bagi bayi Anda yang mulai merangkak, mulai belajar berbicara atau berjalan. Ciptakanlah permainan-permainan yang menggairahkan, yang digemari seperti kuda-kudaan, pesawat terbang atau sembunyi sembunyian.

Sesuaikanlah dengan perkembangan usia anak Anda.

Membaca, mewarnai atau melakukan keterampilan menggunting, menempel secara bersama-sama.

4. Terlibat dalam kehidupan sosial anak Anda

Ketika anak Anda mulai beranjak usia sekolah, dia akan memulai kehidupan sosial yang baru. Usahakan terlibat dalam kehidupan sosial anak Anda, dengan mengenali misalnya nama teman-temannya, dengan siapa dia bergaul, aktivitas yang dia lakukan bersama temannya atau nama guru TK/SD nya.

5. Jadilah pendengar yang baik

Kesibukan kerja terkadang membuat Anda mengabaikan cerita-cerita anak Anda. Berikan keseimbangan antar kerja dan keluarga, atau usahakan jangan membawa pekerjaan ke rumah. Luangkan waktu 5 menit saja untuk
mendengarkan celotehannya dan mengerti betul isi cerita itu.

Jangan hanya ‘meng-iyakan’ agar cerita anak itu lekas selesai atau mengatakan nanti ayah sedang sibuk.

Sebersit wajah kecewa akan nampak dan membuat anak akan semakin malas untuk bercerita pada anda. Akhirnya
kebiasaan bercerita dan sharing dari anak akan menghilang. Jadi jangan Anda mengeluh bila anak Anda tidak terbuka suatu hari nanti, karena kebiasaan ini dimulai dari respon Anda sebagai pendengar yang baik atau tidak.

Dengan menjadi pendengar yang baik, disamping keterbukaan, Anda akan menjadikan anak Anda dapat mengekspresikan dan cakap dalam mengungkapkan sesuatu.

6. Komunikasi yang baik

Bila Anda dinas luar atau tinggal terpisah berjauhan dengan anak Anda, usahakan lah tetap menjalin komunikasi dengan baik, melalui telepon atau chatting internet. Tunjukkan perhatian Anda, rasa sayang Anda melalui telepon, sms atau melalui surat.

Juga Anda bisa menggunakan moment ini sebagai pendewasaan bagi anak Anda. Misalnya dengan mengatakan Ayah akan pergi selama beberapa hari, ayah minta tolong yah agar Arif menjadi
anak baik dan menjaga ibu.

Anak akan merasakan dia dipercaya dan bertanggung jawab atas tugas-tugas tertentu.

7. Percayai anak Anda dan berikan kebebasan

Jadilah seorang ayah yang memberikan kebebasan dan dapat mempercayai anak Anda. Kepercayaan Anda akan menjadikan dia tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan mandiri. Janganlah mendikte dia untuk melakukan
A. Tapi cobalah memberikan dia pilihan, misalnya Arif mau A atau mau B?
Dan tetaplah membuka kemungkinan pilihan lain selama pilihan itu tidak bertentangan dengan hal prinsip.

Dari masalah yang sepele mulai dari pilihan memakai kaos kaki, baju atau memilih sekolah. Dia akan merasa dihargai dan bertanggung jawab terhadap pilihannya.

Sebagai seorang ayah, Anda bisa membimbing dan memantaunya.

8. Penuhilah sesuai kebutuhannya.

Bertambah dewasa seorang anak, akan semakin bertambah kebutuhannya, semakin beragam dan variatif. Jangan Anda paksakan dan menganggap dia masih kecil sehingga memperlakukan sebagai seorang bayi.

Mereka membutuhkan perlakuan sesuai dengan usianya.

Kebutuhan seorang bayi tentunya berbeda dengan kebutuhan seorang anak usia sekolah, juga berbeda kebutuhan anak menjelang remaja dengan kebutuhan anak usia sekolah dan seterusnya. Cobalah Anda memahami kebutuhan anak Anda, dan tidak menganggapnya sebagai your sweety selalu.

Demikianlah sedikit gambaran mengenai kiat-kiat agar Anda bisa semakin aktif berinteraksi dengan anak Anda. Jangan lewatkan masa-masa pertumbuhan itu, you won’t get it back if you miss it.

 
26 Komentar

Ditulis oleh pada 21 Juni 2009 in artikel pilihan

 

26 responses to “Kiat Mempererat Hubungan Ayah dan Anak

  1. Daiichi

    21 Juni 2009 at 7:52 pm

    Alhamdulillah… Apakah ini pertanda Istri-nya sudah Hamil?
    Pasti senang ya? Semoga Menjadi anak yang diharapkan oleh orang tua-nya.. ^_^”😀

     
    • nAsruni

      2 Juli 2009 at 8:29 pm

      Iya mas, dah 9 minggu,
      amiin.. mohon doanya terus ya mas..🙂

       
  2. cita-cita

    25 Juni 2009 at 3:11 pm

    Alhamdulillah….
    dapat ilmu lagi…

    iya. semoga anak-anak kk dan istri nantinya menjadi anak yang sholih dan sholihah
    harapan orang tua, agama dan bangsa.

    subhanallah……
    ana ikut bahagia…
    Baarokallah……

     
    • nAsruni

      2 Juli 2009 at 8:29 pm

      Amiin Allahumma amiin..
      makasih ya mba..🙂

       
  3. link exchange

    25 Juni 2009 at 8:07 pm

    link exchange
    title:best pic
    url:bia2bama.com
    mhmodern@gmail.com

     
  4. Investasi

    27 Juni 2009 at 3:50 pm

    harapan dari orangtua soleh, solehah, berguna bagi nusa bangsa dan agama tentunya amin

     
    • nAsruni

      2 Juli 2009 at 8:30 pm

      Amiin Allahumma amiin,
      makasih ya mas..🙂

       
  5. Muhammad Diono

    27 Juni 2009 at 10:35 pm

    Mas ana mau nanya..?
    kiat2nya berlaku g’ utk seorang paman..?
    ana punya 3 ponakan yg msh balita..

    oh ya hmpir lupa…barakallah ya Mas..

     
    • nAsruni

      2 Juli 2009 at 8:31 pm

      waah, berlaku ga ya? mungkin beda pak kalo untuk paman.. mesti nyari artikel yg untuk paman dan keponakan..😀

       
  6. wi3nd

    2 Juli 2009 at 9:42 am

    buat ayah ya nAs..
    nda jadi dech akukan bukan ayah😀

    nti kasih tau ayahna ajah heheh

     
    • nAsruni

      2 Juli 2009 at 8:32 pm

      hehehee.. iya wi3nd, kasih tau ayahnya ajah..😀

       
  7. adams

    3 Juli 2009 at 9:30 am

    nice share… alhamdulillah… istri saya juga hamil 3 bulanan.

     
  8. achoey

    3 Juli 2009 at 4:35 pm

    asyik
    yg mau jadi Bapak dah menyiapkan ilmunya nih🙂

    selamat ya atas hamilnya istrimu

     
  9. syelviapoe3

    7 Juli 2009 at 9:19 am

    nice posting, mas nAs

     
  10. ciwir

    9 Juli 2009 at 11:40 am

    wah sangat bermanfaat ini….
    thanks bossss

     
  11. Eko Madjid

    13 Juli 2009 at 4:03 pm

    Alhamdulillah, hubungan saya dengan anak masih baik2 ajah dan berharap selalu begitu sampai akhir hayat saya…
    Amiiiinnn….

    *Berkunjung setelah sekian lama larut dalam Fesbukan…*

     
    • nAs

      17 Juli 2009 at 5:45 pm

      amiin.. wah saya harus belajar banyak nih dari mas Eko..😉

       
  12. Bisnis

    23 Juli 2009 at 3:14 pm

    ya memang harus bisa kita berinteraksi dengan anak mulai dini tapi bukan berarti memanjakan loh salam kenal

     
  13. Menik

    23 Juli 2009 at 5:16 pm

    kiat yang sangat bagus.. walapun kadang istri akan sangat mengerti saat sang suami pulang kerja dalam keadaan sangat capek sehingga malah tertidur ketimbang mengurusi anaknya😆
    tapi teteeeeep buat saya mah, hari libur adalah milik ayah dan anak.. bundanya masakkkk😆

    btw, selamat atas kehamilan istrinya ya mas.. semoga si utun terlahir sehat dan cerdas🙂

     
    • nAsruni

      26 Juli 2009 at 3:59 pm

      Lho malah curcol bun, hehehe.. 😀
      amiin.. makasih doanya bun..🙂

       
  14. didien

    27 Juli 2009 at 4:02 pm

    wah tipsnya ok bgt

    Ikutan 4th IBSN award yuk..
    Informasi dan ketentuan silahkan baca di sini
    IBSN= Karena Berbagi Tak Pernah Rugi..

    Trimakasih…^_^

     
  15. nila

    22 Agustus 2009 at 8:29 pm

    makasi artkelnya … ^_^ smg jd pencerahan buat para ayah ..

     
  16. alsyarqawi

    28 Agustus 2009 at 3:25 pm

    Bulan dimana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima dan do’a kita di ijabah,

    Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim,

    “wISHING YOU JOY AND HAPPINESS ON THE OCCASION OF RAMADHAN”

    SALAM RAMADHAN DARI MALAYSIA-http://shafiz-shafiq.blogspot.com

     
  17. pakwo

    5 September 2009 at 8:42 pm

    salam bahagia, ya…kita mengharap kelahiran bayi anda selamat, menjadi anak yang sholeh dan sholeha.Amin

     
  18. BRAM IRIANTO

    11 September 2009 at 4:49 pm

    Demak, 11 September 2009,Jam : 16.43 WIB

    Semoga tips ini juga bisa berlaku untuk hubungan anak dengan para lanjut usia, sehingga di Indonesia ini tidak ada lagi lansia jadi pengemis di jalanan.

    -BRAM IRIANTO
    -rockyblank@gmail.com
    -http://www.kencangratis.blogspot.com

     
  19. kukuh budiharso

    23 Juni 2011 at 5:48 am

    makasih infonya. salam kenal dari http://budiharso.wordpress.com

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: